Skip to toolbar

Kolom Edi Sembiring: TANGIS HARU MENYAMBUT PETANI KARO HILIR

0 0
Read Time:2 Minute, 21 Second

Minggu 27 September 2020 Pukul 22.47, perwakilan para petani Karo Hilir tiba di Posko Juang Desa Simalingkar A (Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara). Hanya sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Medan. Bersebelahan dengan Lau Cih, kampung tradisional Suku Karo yang menjadi pusat Kerajaan 12 Kuta yang didirikan oleh clan Karo-karo Purba.

Kedatangan para petani ini disambut penuh haru oleh sanak keluarga.

Tidak sedikit suara kanak-kanak memanggil bapak, ibu, bulang dan neneknya. Tangis penuh kerinduan memecah malam.

Ucapan syukur dipanjatkan. Beras piher (beras peneguh jiwa) dihamburkan ke udara dan bertebaran di sekujur tubuh para pejuang tani itu sambil bersorak mejuah-juah, sapaan sakral Suku Karo.

Perwakilan para petani yang tiba dari Jakarta ini adalah anggota Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB). Mereka yang telah tiba ada 160 orang. 10 orang petani lainnya akan menyusul pulang tanggal 30 September 2020.

Dengan 3 bis, para petani ini telah berangkat dari Jakarta pada tanggal 25 September 2020. Armada ini dipersiapkan oleh Arya Sinulingga mewakili Kementerian BUMN.

170 petani yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) telah 3 bulan menjalankan aksinya. Mereka dibantu dan digerakkan oleh Gerbang Tani. Dimulai aksi jalan kaki dari Medan tanggal 25 Juni 2020 dan tiba di Jakarta tanggal 7 Agustus 2020 setelah berjalan kaki sepanjang 1.812 kilometer.

VIDEO: Tangis haru penuh rindu sambut para pejuang tani Karo Hilir di sebuah titik yang bila diukur hanya sekita 10 Km jaraknya dari Lapangan Merdeka Medan.

Setelah berjalan kaki selama 45 hari dan berada di Jakarta selama 45 hari pula, akhirnya perjuangan mereka membuahkan hasil. Tepat 3 bulan para petani Karo Hilir ini menjalankan aksinya.

Mereka telah berdemonstrasi di depan Kementerian ATR. Mereka telah beberapa kali berdemonstrasi di depan Istana Negara dan di Tugu Tani.

Presiden Joko Widodo menerima perwakilan petani. Dan melalui team yang dibentuk telah menghasilkan keadilan bagi para petani Simalingkar dan Mencirim.

Team ini terdiri dari Kantor Staf Presiden (Abetnego Tarigan), Kementerian BUMN (Arya Sinulingga) dan Kementerian ATR/ BPN. Negara turut hadir dalam persoalan-persoalan konflik agraria.

Malam ini, wajah-wajah lelah itu telah berganti keceriaan saat kembali berkumpul dengan keluarga. Acara lalu dilanjutkan dengan makan malam.

VIDEO: Warga mempersiapkan masakan lezat untuk para pahlawan mereka yang segera tiba dari medan juang

Lalu doa dipanjatkan. Dan lagu-lagu perjuangan dinyanyikan bersama. Lagu yang tidak saja telah mereka nyanyikan sepanjang 1.812 kilometer tapi juga telah mereka bisikkan pada anak-anak mereka, agar mereka kuat saat orangtuanya berangkat ke medan juang. Berjuang untuk mempertahankan tanah milik mereka demi anak dan cucunya.

“….. Mereka dirampas haknya. Tergusur dan lapar. Bunda relakan darah juang kami. Padamu kami berbakti.”

Selamat berkumpul kembali dengan keluarga.

Hidup Tani !!!
Petani Menang !!!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: