Skip to toolbar

Kolom Soibah E. Sari: VITAMIN D ITU PENTING!

0 0
Read Time:3 Minute, 10 Second

Di laman Facebook ini ada sebuah forum bernama Hijrah Indonesia. Saya senang membaca postingan-postingannya. Karena isinya membuka pikiran dan pandangan kita tentang beragama. Terutama soal pemakaian hijab yang memang lagi gencar-gencarnya diwajibkan bahkan terkesan dipaksakan pada setiap wanita muslimah.

Meskipun saya bukan member aktif, tapi saya banyak belajar dari situ.

Saya salut pada foundernya yang tidak lelah mengkampanyekan stop gerakan hijabisasi/ deniqabisasi. Karena beliau perduli dan paham dampak dari gerakan tersebut. Bisa mengakibatkan kekurangan vitamin D, bahkan bisa menyebabkan auto imun, bahkan juga schizofrenia.

Saya tahu itu bukan pernyataan tanpa mendasar, karena penelitian untuk hal itu sudah membuktikannya. Ada beberapa negara di dunia ini yang jarang terkena sinar matahari, dan menurut data penduduk di sana banyak yang terkena schizofrenia.

Jujur, saya memang berhijab. Karena tuntutan dari pekerjaan saya, juga lingkungan saya “memaksa” hal tersebut. Di luar itu, saya tidak memakainya. Karena saya perduli dengan kesehatan saya. Apalagi setelah saya mengetahui dan banyak membaca tentang betapa butuhnya tubuh kita pada Vitamin D.

Saya juga melakukan beberapa pengamatan pada diri saya sendiri, sejak rutin memakai hijab, rambut saya rontok setiap hari (cukup banyak), ketombe tidak bisa hilang, meskipun sudah bermacam-macam obat dan cara saya lakukan untuk menghilangkannya (rambut selalu lembab karena kepala keringatan tertutup hijab).

Setelah melihat dampak dari pemakaian hijab secara terus-menerus yang seperti itu, maka saya pun tidak mewajibkan anak-anak saya berhijab. Meskipun kadang pada hari-hari tertentu mereka memakainya, paling lama 2 jam.

Tapi hal itu sungguh tidak mudah. Karena kondisi kami yang tinggal di daerah relijius, memaksa kami harus menebalkan kuping, dan kalau perlu menutupnya rapat-rapat. Karena kami selalu jadi bahan ocehan tetangga dan warga perumahan dimana kami tinggal.

Lucunya, anak-anak kecil seumuran anakku (Kelas 6 SD) juga bisa mengeluarkan ejekan” Ihhh gak kerudungan, Kristen yaaa?” Kata mereka kalau anakku lewat mau ke warung atau mau ada urusan di luar. Sudah sering anakku mengadu, kalau mereka lewat, sering diprotes anak-anak sebaya mereka kenapa tidak berhijab.

Saya sempat bingung lho, dengan fenomena tersebut. Kenapa anak sekecil itu bisa terlibat sehingga terjebak dalam dogma hijab tersebut. Apa yang sudah mereka pelajari di sekolah mereka? Atau bahkan di rumah mereka sendiri? Tidak habis pikir saya!

Anak sulung saya sempat ketrigger dengan ejekan-ejekan tersebut, sehingga kalau ke warung pun dia nggak mau kalau nggak berhijab. Tapi saya berusaha memberi penjelasan, dan menunjukkan bukti-bukti kalau terlalu tertutup, bisa kekurangan Vitamin D (di google banyak contohnya).

Tapi yang bikin miris, masih banyak orang yang tidak faham bahaya jika terkena defisiensi Vitamin D. Makanya dengan seenak dengkulnya memaksa orang-orang untuk berhijab. Jika tidak berhijab, auto neraka. Bahkan mereka percaya, jika anaknya tidak berhijab, bapaknya terseret ke neraka jahanam, bahh! Muke Gile! Sadis nian caranya mempelajari agama dengan taklik buta!

Saya sih sudah cuek dengan pemikiran-pemikiran fanatik tersebut. Bahkan saya akan menjauh dari orang yang berniat meracuni pikiran anak saya soal hijab, siapapun itu!

Sudah pernah kejadian, anak saya yang cewek berswafoto bertiga, 2 kakaknya berkerudung, yang 1 tidak, mereka mengaploadnya di status WA, langsung dikomentari beberapa orang yang nadanya sama, kenapa adiknya tidak berhijab? Saya blokir langsung! Bodo Amat!

Saya tidak perduli saya dituduh kafir, atheis, wahyudi, remason, afitson karena ngajar anak nggak benar, dan menjauhi agama, sungguh saya tidak perduli! Memangnya siapa yang tahu sih kebenaran beragama itu seperti apa? Agama yang paling benar itu agama apa? Please dech, jangan berlagak jadi wakil Tuhan.

FYI, saya juga tidak mengajari konsep surga dan neraka bagi mereka, biarkan mereka menentukan jalan mereka sendiri. Biarkan mereka belajar dan mencari sendiri keyakinan yang mereka mau. Saya tidak akan mewariskan doktrin pada mereka. Apalagi dogma hijab, big big no!

Karena bagi saya kesehatan itu penting!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: