Kolom Bastanta P. Sembiring: TIMING TEPAT ANIES SEBUT PRIBUMI

0 0
Read Time:3 Minute, 1 Second

Jauh sebelum partai final Pilkada DKI Jakarta 2017 berlangsung, tensi politik di negeri ini terus memanas dan kian hari semakin menarik diamati, menjalar ke seluruh negeri. Mungkin faktor Jakarta sebagai ibukota negara, sehingga politik Jakarta menjadi sorotan nasional.

Ada-ada saja isue-isue kreatif penuh intrik dan nista yang menjadi tontonan publik seakan seperti sedang menonton drama Korea. Paling akhir tuduhan yang membawa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sebagai salah satu penghuni hotel prodeo. Siapa yang akan menyusul?

Kita ketahui dalam perhelatan Pilgub DKI Jakarta 2017 ada 3 pasang calon gubernur/ wakil gubernur. Pertama pasangan Agus – Sylvi, BTP (Ahok) – Djarot, dan Anies –  Sandi yang dinyatakan KPU sebagai pemenang. Sejak digadang-gadang bakal calon Gubernur DKI hingga sebelum pelantikan, hampir tidak ada terdengar isu pribumi/ non-prbumi yang dicetuskan oleh ketiga pasang calon.




Bahkan pasangan Agus  Sylvi yang harusnya paling berani bilang pribumi tidak mengangkat isue demikian. Karena memang kurang tepat diungkapkan dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang majemuk.

Sedikit berbeda dengan saat Ahok maju sebagai wakil gubernur mendampingi Jokowi 5 tahun lalu. Cukup jelas terdengar walau akhirnya isue Ahok orang Cina (non-pribumi) kurang begitu laku di masyarakat Jakarta dan nasional.

Sekarang Gubernur Jakarta yang baru dilantik yang notabene keturunan Arab mengucapkan kata “pribumi”, didahului kata-kata yang menurut banyak kalangan sebagai ungkapan rasisme dan mendiskreditkan kaum minoritas.

Apakah ini keseleo lidah?

Keseleo lidah bisa saja. Mengingat Anies itu masih manusia dan gubernur yang baru dilantik.

Gugup?

Saya tidak berani mengatakan atau berasumsi beliau gugup jika melihat karir dan sepak terjangnya di kancah politik nasional. Kita ketahui beliau sebelum berpolitik adalah seorang dosen dan rektor dengan gelar doktor. Kemudian pernah juga menjadi menteri, bukan main-main, Menteri Pendidikan, posisi vital dalam pembangunan bangsa ini.

Setelah tidak lagi menjadi menteri, beliau kembali perpetualang di rimba politik nasional. Dan perlu diingat, sebelumnya juga beliau pernah ikut konvensi salah satu partai politik untuk bisa maju jadi calon presiden, namun gagal, dan akhirnya menjadi bagian dari tim sukses Jokwi – JK di Pilpres 2014 lalu.

Hingga akhirnya pria kelahiran Kuningan (Jawa Barat), 7 Mei 1969 dengan nama lengkap Anies Rasyid Baswedan ini maju ke Pilkada DKI 2017 yang diusung oleh Gerindara dan PKS berhasil meraih 57,95% suara dukungan melalui dua putaran yang menghantarkannya sebagai gubernur pilihan warga DKI Jakarta.

Jadi, orang sekelas Anies sangat kecil sebenarnya kemungkinan terjadi keseleo lidah atau gugup, melihat bangaimana pengalamannya, ketenangan dan percaya diri beliau di depan publik.

Apakah disengaja dan ada sebuah agenda yang sistematis?

Segala kemungkinan bisa saja, dan kelak akan terjadi dan tampak. Apa itu? Saya tidak mau menjadi seorang peramal dadakan. Tetapi, satu hal yang dibaca oleh banyak kalangan, Anies dengan pernyataanya itu mencoba membentengi diri dari pendukung dan kelompok yang bersebrangan dengannya yang sewaktu-waktu pasti menuntut realisasi dari janji manisnya saat kampanye lalu.




Mengapa baru sekarang keseleo lidah, gugup, atau mungkin sengaja megutarakannya?

Ya, harus kita akui, Anies itu politisi handal sarat pengalaman dan pernah berandil dalam menghantarkan Jokowi ke kursi Presiden. Pengalamanya telah mengajarkan kepadanya kapan melempar isue dan kapan mengeksekusinya.

Mungkin kalau isue pribumi dan non-pribumi dipantik sebelum kasus penistaan agamanya Ahok diproses saat menjelang pemilihan, situasi dan hasil akhir Pilgub bisa saja berbeda. Siapa pribumi dan non-pribumi, tiap pemilih pasti masing-masing punya anggapan, dan profil tiga pasang calon itu terang benderang semua tahu.

Semoga pemilihan timing melempar dan mengeksekusi ini demikian juga diperbuat dengan janji yang telah dilempar ke publik, menanti untuk dieksekusi.










Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: