← Beranda Budaya & Adat · Min, 25 Agu · 2 mnt baca
Refleksi: Oleh: Reinaldo Sembiring* Aku bukanlah penggagas KBB dan diundang masuk ke grup facebook ini (Jamburta Merga Silima, Red.) oleh kawan lamaku. Sebenarnya, unt…
2. KBB ini dibentuk oleh orang-orang yang bersedia mengambil resiko tanpa ada keuntungan bagi dirinya sendiri (analisa saja sendiri ada tidak keuntungan yang bisa diperoleh)
3. KBB ini timbul karena semakin rendahnya posisi tawar orang Karo dalam bangsa ini. Lihatlah begitu tertinggalnya Karo dalam segala bidang.
4. KBB ini timbul karena mayoritas orang Karo memiliki sifat rendah diri sehingga tidak menonjol dalam pergaulan (hal ini mengindikasikan orang Karo tidak bangga menjadi orang Karo dan cenderung menjadi follower saja dalam grup “Batak”). Harus ada cara untuk membalikkan kondisi ini (mudah-mudahan aku tidak dianggap berpikir sempit).
5. Jika tidak ada terobosan berarti maka Karo akan segera menjadi ‘sejarah’ dan terlupakan. Lihat saja daerah-daerah tradisional Karo segera akan hilang.
Menurutku harus ada terobosan yang kita buat, daripada membuat kita pecah sehingga KBB inipun nanti jadi terabaikan (dianggap tidak ada). Jangan mengkritik penganut KBB saja jika kita berdiam diri saja melihat kondisi ini tanpa berbuat sesuatu untuk hal-hal yang diperjuangkan KBB.
Mungkin ini saja pemikiranku yang bodoh, kampungan dan tidak bergaul ini (seperti yang dituduhkan kepada para pengikut KBB)
* Penulis sedang mengambil S2 di USU, bekerja di sebuah BUMN, menyukai bahasa asing (Inggris, Perancis, dll), menyukai teknologi, pernah menjadi Ketua Permata GBKP, pernah anggota GMNI, dan seorang nature traveller.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.