Dibangun Di Lokasi Padat, Tower Protelindo Disoal
Warga yang melakukan aksi protes di depan rumah Dirman Sinaga.[/caption] IMANUEL SITEPU. KWALA BEKALA. Puluhan warga Jl. Pintu Air 4, Kelurahan Kwala Bekala,…
"Tower itu dibangun tanpa musyawarah antara pemilik rumah dengan warga sekitar," ungkapnya sembari mengatakan aksi ini sudah ketigakalinya mereka lakukan.
Marlon juga mengaku, keluhan mereka telah dilaporkan ke Dinas Tata Kota Medan, tapi belum ada tindakan smpai sekarang.
"Jika tetap tidak ada pembongkaran yang dilakukan pihak-pihak terkait, saya beserta warga akan membongkar tower itu," sebutnya.
Pemilik rumah, Dirman Sinaga ketika dikonfirmasi megaku berdirinya menara telekomunikasi itu sudah mendapat izin dari pihak-pihak terkait.
"Selain saya, Camat dan Lurah pun yang menandatanganinya. Tapi, kalau warga keberatan saya akan segera membongkarnya," janjinya.
Menanggapi hal itu, Camat Medan Johor Khoirudin ketika dikonfirmasi wartawan melalui selularnya mengaku pihak Kecamatan dan Kelurahan berserta warga memang sudah menandatangani atau menyetujui pembangunan tower tersebut. Hanya saja, kata dia, ketika pembangunan berlangsung sebaagian warga ribut.
"Untuk itu, kita telah menyurati PT Protelindo untuk menyetop pemabangunan," sebutnya.
Pantauan di lokasi, pembangunan menara telekomunikasi itu berada di lantai 2 tepat di belakang rumah toko (ruko) milik Dirman Sinaga. Sementara, warga dengan membawa selebaran kertas bertuliskan kecaman itu masih terlihat emosi dengan menggoyang-goyang pagar rumah Dirman Sinaga. //