← Beranda Budaya & Adat · Lingkungan & Alam · Sen, 23 Jun · 2 mnt baca
Jelang Hut Kota Medan Ramai Dibicarakan Di Media ALEXANDER FIRDAUST. MEDAN. Mejelang hari jadi Kota Medan yang jatuh pada tanggal 1 Juli setiap tahunnya, warga Karo di media sosial (baik di Twitter maupun F…
Sebelumnya, beberapa warga Karo di grup JMS membuat himbauan kepada seluruh warga Karo agar gambar monumen Guru Patimpus diunggah di masing-masing Facebook mereka sekaligus dijadikan sebagai foto sampul. Belakangan, tampak puluhan warga Karo telah menjadikan gambar tersebut menjadi sampul Facebook masing-masing, sehingga keberadaan gambar monumen Guru Patimpus semakin banyak beredar.
"Dalam rangka memperingati HUT Kota Medan ke-424 yang jatuh pada 1 Juli 2014 mendatang, mari kita pasang banner ini (Gambar Monumen Guru Patipus) dan dijadikan menjadi foto sampul di Facebook kita masing-masing," demikian tulis seorang warga Karo di Facebook. Bangunan rumah adat Karo di depan Istana Maimoon, Medan.[/caption]
Siapa sebenarnya Guru Patimpus? Melalui sebuah panitia sejarah, diketahui bahwa Guru Patimpus adalah pendiri Medan yang diambil dari kata Madan. Sebelum mendirikan kota Medan, Guru Patimpus diketahui lahir di Aji Jahe, salah satu kampung di Taneh Karo Simalem. Guru Patimpus juga diketahui pernah menikah di Desa Batukarang dengan beru Bangun dan mendirikan kampung di Perbaji. Dia memiliki seorang putra bernama Bagelit.
Berdasarkan hasil panitia sejarah, Pemko Medan akhirnya memberikan penghargaan terhadap Guru Patimpus, yaitu dengan ditetapkannya Hari Jadi Kota Medan pada tanggal 1 Juli 1590 dan kemudian memberikan nama kepada salah satu jalan di Petisah dengan nama Jalan Guru Patimpus.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.