← Beranda Budaya & Adat · Kolom · Sab, 18 Okt · 3 mnt baca
Kolom M.u. Ginting: Demonstrasi Dan Dengan mengikutkan anak-anak dalam demo FPI menentang Ahok, saya jadi teringat demo biasa di Eropah yang menunjukkan bahwa demo adalah damai tetapi berguna u…
Kebenaran, era sekarang ini harus diuji di dalam perdebatan dengan argumentasi yang semakin ilmiah dan bisa meyakinkan semakin banyak publik dan rakyat biasa penduduk negeri ini. Pada akhirnya kebenaran itu diuji dalam tingkat ini, artinya sebagian besar masyarakat sudah ikut ambil bagian dan akhirnya mayoritas masyarakat ini yang akan menentukan kebenarannya. Itulah ujian kebenaran masa ini. Tak mungkin lagi dengan senjata atau kekerasan untuk menguji kebenaran. //
Dalam soal ilmu pengetahuan (science), cara ini sudah berjalan ratusan tahun dan sudah sebagai kebiasaan yang tak ada lagi yang meragukan. Semua ahli pengetahuan dalam bidang apa saja sangat paham soal ini. Ilmu/penemuan yang tak kuat diperdebatkan secara transparan diantara ahli-ahli dengan sendirinya akan gugur dan tak berlaku. Ilmu atau penemuan itu jadi benar kalau sudah tak ada lagi bukti kebalikannya yang bisa dipertahankan.
Dalam soal Ahok, tak ada salahnya orang/grup tertentu menentang dan ingin dia turun dari panggung. Mengkedepankan alasan dan argumentasi mengapa dia harus turun, itulah yang terpenting dan harus dipaparkan kepada semua, sehingga yang lainnya juga bisa mempelajari dan memberi argumentasi kebalikan. Semua ini akan diuji dalam diskusi/debat yang melibatkan banyak anggota masyarakat, dan akan menuju ke kebenaran mayoritas secara bebas. dimungkinkan karena adanya internet[/one_third]
Tak ubahnya ketika Pemilihan Presiden 2014, melibatkan seluruh masyarakt Indonesia dalam diskusi dan debat secara terus terang dan transparan. Semua mengemukakan pendapat dan pengetahuannya, berakhir dengan pemilihan yang memenangkan satu pihak dengan suara mayoritas. Bagi seluruh rakyat, mengerti secara jelas mengapa yang satu menang dan yang lain kalah. Tak ada yang ragu. Kemenangan atau kekalahan itu telah diuji oleh seluruh rakyat serta dalam kancah diskusi dan perdebatan terus terang serta transparan dan diikuti oleh semua kalangan/lapisan masyarakat, hal mana juga dimungkinkan karena adanya internet. Hal seperti ini tentu tak mungkin di era Orba, era Polpot atau Mobutu atau era Soviet. Thanks internet.
Jolowi dan Ahok dipilih langsung oleh masyarakat Jakarta, mayoritas penduduk Jakarta yang menginginkan dan memilih mereka untuk menduduki kursi gubernur dan wakil gubernur Jakarta. Sekarang didemo untuk turun, tentu ini saja sudah bertentangan dengan keinginan mayoritas rakyat Jakarta yang telah memllih mereka dalam pemilihan lalu. Tetapi, mengemukakan argumentasi yang masuk akal, mendalam dan ilmiah, tentu apapun bisa berubah setelah diuji lagi dalam kehadiran seluruh rakyat Jakarta.
Artinya, semua ikut kasih pendapat dalam diskusi yang luas dan merakyat. Tentu juga dengan tak meremehkan apa yang ditetapkan dalam UU dari segi hukum yang berlaku, untuk melengserkan seorang gubernur. Tak ubahnya juga ketika bupati Karo dilengserkan dari kursinya beberap bulan lalu. //
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.