Menyatakan Jati — Sorasirulo
← Beranda

Menyatakan Jati

Oleh: Plato Ginting (Yogyakarta) Sebenarnya kalau kita mau lihat sekeliling kita, semangat seperti KBB (Karo Bukan Batak) ini bukanlah hal baru apalagi dibil…

Menyatakan Jati

Suatu waktu, ketika kami sedang nongkrong seperti biasa, aku berbicara kepada mereka mengatakan ada yang mau kusampaikan. Mereka semua mendengarkan. Pada saat itu, kami berbicara serius, karena memang teman-temnku ini orang yang suka membahas apa aja sampai ke alien-alien pun kami bahas. Barulah mereka paham[/two_third]

Saat itulah aku bilang bahwa sebenarnya aku bukan orang Batak. Mereka pun kaget. “Kog bisa?” tanya mereka. Aku jelaskanlah seluk beluk tentang Karo dan Batak sebagaimana aku dapatkan infonya di grup facebook Jamburta Merga Silima (JMS) dan dari yang aku pelajari sendiri juga. Barulah mereka paham. Sejak itu, mereka teman-teman dekatku ini tidak pernah lagi memanggil aku Batak. Malahan beberapa temanku memanggil aku Pal.

Kembali ke temanku yang orang Padang. Dia termasuk yang paling serius ketika mendengarkan penjelasanku tentang KBB. Setelah aku menjelaskan baru kemudian dia angkat bicara.

“Sebenarnya, aku juga bukan orang Padang,” katanya.

Waduh, kali ini aku yang bingung. Padahal kami semua tahu dia orang Padang. Baru dia bilang: “Aku ini orang Minang.”

Banyak orang berpikir semua orang Minang itu orang Padang. Padahal, Padang itu adalah nama sebuah kota di Sumatera Barat. Hal itu jugalah yang membuat orang Sumatera Barat merasa kurang srek ketika dibilang orang Padang. Bahkan sampai warung makan pun jadi warung makan Padang semua tulisannya.

“Orang Minang asli yang bukan dari Kota Padang akan menuliskan Warung Makan Minang saja di warungnya,” katanya.

“Nah, jadi kami selalu disebut orang Padang, padahal kami bukan orang Padang. Hanya orang yang tinggal di Kota Padang lah bisa disebut orang Padang. Tapi, karena malas menjelaskan panjang lebar jadi kami diam aja,” urainya.

Sekian dulu ceritaku. Nanti kalau kujelaskan lagi cerita temanku orang Tegal yang sering disebut orang Jawa juga terlalu panjang nanti tulisan ini.