Rumah Adat Karo Rusak Parah Di Kabupaten — Sorasirulo
← Beranda

Rumah Adat Karo Rusak Parah Di Kabupaten

Foto: Ukurta Kembaren[/caption] BRANDY KARO SEKALI. KABANJAHE. Rumah Adat Karo yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun kini tinggal hitungan jari. Kebe…

Rumah Adat Karo Rusak Parah Di Kabupaten
Foto: Ukurta Kembaren[/caption] BRANDY KARO SEKALI. KABANJAHE. Rumah Adat Karo yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun kini tinggal hitungan jari. Keberadaan rumah yang dapat ditempati oleh 4, 6 atau 8 keluarga (bahkan ada yang ditempati 12 dan 16 keluarga) ini dulunya banyak dijumpai di setiap kuta (desa Karo). Namun, karena kurang kepedulian akan warisan leluhur yang sarat akan makna dan budaya, keberadaan rumah adat Karo satu per satu bertumbangan dan hanya sedikit yang tersisa.

Pada bulan Desember tahun lalu, tampak ada sedikit angin segar akan nasib masa depan Rumah Adat Karo. Hal tersebut ditandai dengan ditetapkannya rumah yang sering disebut dengan istilah Siwaluh Jabu tersebut sebagai salah satu dari 77 "Warisan Budaya Takbenda Indonesia" oleh Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dengan ditetapkannya sebagai "Warisan Budaya Nasional", banyak harapan dari masyarakat, khususnya masyarakat Karo pada saat itu akan peranan lebih dari pemerintah untuk semakin memperhatikan keberadaan dan kelestarian Siwaluh Jabu yang hitungan jumlahnya semakin hari semakin sedikit.

Kini, hampir setahun penetapan Siwaluh Jabu menjadi salah satu bagian "Warisan Budaya Takbenda Indonesia". Namun keberadaannya masih tetap memprihatinkan dan terlihat tak ada upaya yang berarti, baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat untuk memperhatikan kelestariannya. Hal ini terlihat dari laporan warga dari Desa Paribun (Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun) bahwa keberadaan Siwaluh Jabu yang kini hanya tersisa satu unit di desa tersebut, kondisinya dalam keadaan sekarat dan hampir rubuh.