← Beranda Budaya & Adat · Kesehatan · Lingkungan & Alam · Sab, 29 Agu · 2 mnt baca
Berita Foto: Sebuah Rumah Di Kaki SEFER NANDA SITEPU. KABANJAHE. Bangunan terlihatm di foto bisa dikatakan rumah adat Karo juga walau bentuknya tidak setradisional bangunan rumah adat Karo ya…
Sepulang dari pengungsian, mereka membangun kembali rumah-rumah yang ditempati oleh 4 atau 8 keluarga (jabu ). Secara pengorganisasian penggunaannya persis sama dengan rumah adat Karo yang dibakar, tapi gaya arsitekturnya sudah jauh lebih sederhana.
Rasa ingin kembali ke Desa Berastepu membuat berpikir jauh. Kembalipun, harus tinggal dimana dengan kondisi rumah yang tidak layak huni lagi?
Miris melihat semua keadaan. Pintu tertutup, tetapi atap rumah terbuka karena bocor. Harus bagaimana?
Begitulah perasaan menatap rumah yang terdapat di Desa Berastepu (Kecamatan Simpang Empat) , tepatnya di Kesain Rumah Tanjung yang cikal bakalnya merga Perangin-angin Tanjung.
Dapat ditambahkan, Berastepu terdiri dari 8 kesain . 4 kesain yang terdapat di bagian julu (Rumah Julu, Rumah Suah, Rumah Sendi, Rumah Bale) didirikan oleh merga Milala. 4 kesain lainnya yang terdapat di bagian jahe (hilir) oleh Sitepu Batunanggar (Rumah Mbelin), Sitepu Ulunjandi (Ulunjandi), Sinisuka (Rumah Suka) dan Tanjung (Rumah Tanjung). // //
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.