Dari Pendakian Sora Sirulo: Kebakaran Hutan — Sorasirulo
← Beranda

Dari Pendakian Sora Sirulo: Kebakaran Hutan

Asap yang mengepul dari kebakaran hutan di lereng Gunung Welirang sebagaimana terlihat dari perkemahan tim pendakian Sora Sirulo di Gunung Penanggungan.[/cap…

“Biasanya yang suka melanggar peraturan akan diblacklist di pendakian se-Jawa Timur,” kata Ulum.

Akhirnya, kami mengalihkan tujuan ke Gunung Penanggungan. Kami sampai di Posko Pendakian Tamiajeng. Penjaga yang bertugas di posko membreafing kami tentang peraturan selama di Welirang, antara lain; berhati-hati dengan api, tidak boleh menyalakan api unggun. Perkemahan tim Sora Sirulo di Gunung Penanggungan. Dari tempat inilah terlihat asap mengepul di bagian Gunung Welirang.[/caption]

Beliau juga memberikan peta pendakian dan memberi tanda pada beberapa titik yang dianggap rawan kecelakaan. Setelah menyelesaikan administrasi, mulailah kami mendaki tanjakan Penanggungan yang berbatu-batu. Selama pendakian setiap menoleh ke belakang kami melihat Welirang yang gagah dan asap yang mengepul. Perkiraan teman-teman, asap itu tidak jauh dari lokasi Kopkopan.

Tenda kami berdiri di Puncak Bayangan tepat menghadap Welirang. Saat itu sekitar pukul 15.00 (sore), asap semakin mengepul, Welirang terlihat samar-samar.

Esoknya, pada Pukul 10.00 pagi, kami kembali turun, setelah membersihkan dan membawa segala sampah yang kami hasilkan. Tepat seperti perkiraan jagawana, beberapa pendaki berlari menuruni tebing yang berbatu. Ada 2 orang yang terluka cukup parah. Di perjalanan kami melihat seorang petugas dengan ransel P3K menuju puncak, sepertinya ingin memeriksa pendaki yang terluka.

Ketika sampai di Posko 2, sambil menikmati air tebu, kami melihat sisi utara Penanggungan berasap. Apakah terbakar juga, bathin kami. Ternyata tidak beberapa lama, terlihat beberapa orang petugas kehutanan dan Tim SAR memarkir sepeda motor mereka di Posko 2. Katanya, mereka akan ke atas memperingatkan para pendaki yang masih tinggal di atas.

Kami masih meneruskan perjalanan ke posko 1, sambil sesekali menatap sisi penanggungan yang berasap. // //