Depresi, Sri Anita Gantung
IMANUEL SITEPU. DELITUA. Hampir 4 tahun mengalami depresi, seorang ibu muda, Sri Anita (28) warga Jl. Brigejn Katamso Gg. Lori, Kampung Baru, memilih gantung…
Begitu Ardiansyah berhasil membuka pintu kamar, ia mendapati adiknya telah tewas dengan posisi tergantung. Dia lalu memanggil pamannya Sugito (40) yang tinggal persis di samping rumah Ardiansyah.
"Tadi aku mau megajak dia makan siang, pak, karena dari semalam dia gak mau makan," kata Ardiansyah.
Masih kata Ardiansyah, adiknya tersebut baru dua hari tinggal di rumahnya, karena Sri tidak akur lagi dengan suaminya.
"Sebelumnya adik saya ini sudah pernah mencoba bunuh diri sebanyak 2 kali dan sudah hampir 4 tahun mengalami depresi. Kami juga sudah pernah membawanya berobat ke rumah sakit jiwa," kata Ardiansyah.
Di tempat terpisah, salah satu tetangga Ardiansyah ketika diwawancarai oleh Sora Sirulo di lapangan mengatakan kalau Adik Ardiansyah bernama Sri Anita merupakan istri ke dua dari seorang pria etnis Tionghoa bernama Antonius Purwono (40) warga Jl. Brigjen Katamso Gg. Lori, Kampung Baru (Medan).
"Sudah hampir 10 tahun dia menikah, tapi sampai saat ini belum punya anak," kata warga tadi yang enggan menyebut namanya. Warga yang kepingin mengetahui apa yang terjadi setelah mendengar kabar kasus gantung diri.[/caption]