← Beranda Budaya & Adat · Min, 29 Mar · 2 mnt baca
Gereja Dan Budaya Lokal Oleh: Bastanta P. Sembiring (Medan) Stasiun lama (kiri) dan stasiun baru (kanan) di Delft[/caption] Seiring dengan berkembangnya gereja dan pemahaman teologi…
Oleh: Bastanta P. Sembiring (Medan) Stasiun lama (kiri) dan stasiun baru (kanan) di Delft[/caption] Seiring dengan berkembangnya gereja dan pemahaman teologis yang dianutnya, maka tak jarang pemikiran-pemikiran untuk mempertentangkan keberadaan budaya dalam tubuh gereja muncul dan semakin hari semakin keras.
Ada yang beranggapan ini imbas dari tumbuh dan bangkitnya semangat dan kesadaran iman, yang mana kekafiran yang menodai tubuh gereja, salah satunya adalah tradisi lokal, dianggap harus dihindari bahkan sebisa mungkin dilenyapkan dari sekitar gereja, agar semua umat tidak tersesatkan lagi oleh kekafiran tersebut.
Namun, pertanyaannya, benarkan ini kebangkitan iman? Atau hanya alasan untuk menutupi kelemahan dan kegagalan gereja dalam merangkul dan menyempurnakan budaya lokal, serta menguatkan iman jemaat? Atau, kedewasaan iman yang masih dangkal imbas dari kekristenan yang terkesan pragmatis, sehingga yang bukan saya adalah setan?
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.