Hut Ri Di Dataran Tinggi Karo Tetap Semarak Dan
Bupati Karo sebagai Inspektur Upacara menerima laporan dari Komandan Upacara bahwa Upacara akan segera dimulai. Foto: EVANS A. SINULINGGA.[/caption] Anak-ana…
Bupati Karo sebagai Inspektur Upacara menerima laporan dari Komandan Upacara bahwa Upacara akan segera dimulai. Foto: EVANS A. SINULINGGA.[/caption] Anak-anak diberi keseatan menyaksikan jalannya pawai dari atas mobil pemadam kebakaran. Foto: EVANS A. SINULINGGA.[/caption] RIKWAN SINULINGGA. KABANJAHE. Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia. Tak berbeda halnya di Kabanjahe, ibu kota Kabupaten Karo. Pekik kemerdekaan berkumandang. Peserta pawai atau arak-arakan siswa-siswi dari sekolah-sekolah maupun lembaga pemerintahan, swasta dan angkatan ikut mengisi kemeriahan ini dengan kontingen drum band, pakaian adat/ tradisional dari berbagai suku bangsa di Indonesia (Bhineka Tunggal Ika).
Selayaknya setiap sekolah di Taneh Karo, ini wajib ikut melestarikan warisan budaya Karo, terutama saat perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia.’ Hal ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di tengah kota karena semua pedagang memakai badan jalan sebagai tempat berjualan. Pedagang mengatakan, kegiatan Perayaan HUT Kemerdekaan RI setiap tahunnya menjanjikan keuntungan yang lumayan karena banyak warga membanjiri Kota Kabanjahe dari berbagai pelosok di Kabupaten Karo. Foto: EVANS A. SINULINGGA[/caption] Sangat disayangkan banyak kontingen sekolah yang justru menampilkan peran yang tidak menggambarkan budaya Karo. Misalnya badut-badut yang tujuannya hanya sekedar lucu tetapi tidak ditertawai oleh penonton karena memang tidak lucu. Demikuan juga pilihan lagu-lagu pawai kebanyakan menampilkan musik “goyang dumang” yang sama sekali tidak mencerminkan Kemerdekaan ataupun budaya Taneh Karo. Harapan rakyat Taneh Karo agar hal ini menjadi perhatian pihak-pihak sekolah di Taneh Karo ini. Salam Merdeka. // //