Acara Pemakaman Pada acara pemakaman (nurunken kalak mate ) upah pemusik dibuat menjadi dua kategori yakni khusus untuk penarunai dan pemain musik lainnya. Khusus penarunai diberikan gagantungen . Gagantungen ini diberikan kepada penarunai sebelum acara dimulai. Gagantungen kemudian diikatkan di salah satu tiang pinggiran losd (aula) tempat acara berlangsung.
Gagantungen sepenuhnya menjadi milik penarunai. Tidak dibagi seperti beras pukulen . Isi gagantungen pada acara pemakaman yaitu beras , tembakau, kapur sirih, pinang dan uang senilai dua puluh ribu (Tahun 1980-an).
Bahan-bahan itu kemudian dimasukkan ke dalam sumpit mbentar (wadah anyaman pandan kualitas terbaik). Sumpit digulung ujungnya, lalu sebuah tikar anyaman (amak tayangen ) diikat bersama sumpit tersebut dengan dagangen (kain putih). Sedangkan penabuh gendang dan penabuh gong diberikan beras pukulen seusai acara.
- Pesta Masuk Rumah Baru (Mengket Rumah )
Pada acara pesta masuk rumah baru upah juga dibuat menjadi dua jenis yakni upah penarunai dan upah si malu gendang ras gung . Bagi penarunai diberikan gagantungen . Sedang bagi pemusik lainnya diberikan beras pukulen seperti pada pesta erpangir kulau dan petulayoken .
Hanya saja, isi gagantungen pada pesta masuk rumah baru ditambah dengan bebagai jenis cimpa (kue terbuat dari tepung beras) ke dalam sumpit mbentar (sekurang-kurangnya cimpa buka siang dan cimpa lepat ). Gagantungen juga diberikan sebelum upacara acat dimulai sedang beras pukulen setelah acara selesai.
Gagantungen dan beras pukulen ini diserahkan oleh si pemilik pesta melalui anak beru tua mereka. // //