Karo Adalah Nasional Dan Nasional Adalah
Oleh: Joni Hendra Tarigan (Pengalengan, Jabar) Pemimpin Redaksi Sora Sirulo ITA APULINA TARIGAN di sebuah hutan Karo (Foto: SRI ALEM SEMBIRING)[/caption] Sep…
Oleh: Joni Hendra Tarigan (Pengalengan, Jabar) Pemimpin Redaksi Sora Sirulo ITA APULINA TARIGAN di sebuah hutan Karo (Foto: SRI ALEM SEMBIRING)[/caption] Sepintas mungkin kata-kata pada judul ini akan ditanggapi dengan “tual kel ” (sangat arogan). Ini bukan tentang keingianan pengakuan Nasional terhadap Karo, karena memang dalam perjalanan sejarah pun Karo sudah merupakan bagian dari Perjuangan Kemerdekaan. Sang Proklamator pun sudah mengalami betapa cintanya rakyat Karo untuk Indonesia. Jika di balik, Nasional adalah Karo, maka bukan pula berarti bahwa Karo lah yang merupakan kalangan teratas yang mendiami Nusantara ini.
Banyak program nasional, di era pemerintahan Kabinet Kerja yang menurut hemat saya, banyak peranan yang bisa diambil oleh Taneh Karo Simalem. Di bidang pangan misalnya, target pemerintah untuk swasembada pangan sangatlah tepat untuk mendukungnya. Masayarakat petani Karo umumnya, tidak bisa dipungkiri, masih melakukan aktifitas pertanian yang belum melibatkan Iptek. Maka, peran PEMDA sangat dibutuhkan untuk menangkap tujuan Pemerintah Pusat dan mengarahkan kebijakan daerah. PEMDA sebaiknya menjemput bola, melihat apa yang bisa dilakukan daerahnya dan ditawarkan ke pusat. Sehingga masyarakatnya pun tidak nasib-nasiban dalam bertani. Ladang kopi (Foto: ITA APULINA TARIGAN)[/caption]