Kearifan Orang Rimba: Menjaga Madu Pohon — Sorasirulo
← Beranda

Kearifan Orang Rimba: Menjaga Madu Pohon

Oleh: Nur Mala (Vrij Universiteit, Amsterdam) Orang Rimba adalah penjaga bumi sejati. Nenek moyang kita juga adalah penjaga bumi sejati, sebelum kita anak cu…

Kearifan Orang Rimba: Menjaga Madu Pohon

Dengan luas 60.500 Ha, Taman Nasional Bukit Dua Belas dibagi menjadi 6 zona, yaitu zona inti, zona pemanfaatan, zona rehabilitasi, zona religi, zona rimba, dan zona tradisional. Zona tradisional adalah wilayah terbesar dari Taman Nasional Bukit Dua Belas. Di situ, Orang Rimba dapat melakukan aktifitas berburu dan mencari hutan. //

Salah satu hasil hutan yang sangat berharga bagi Orang Rimba adalah madu hutan. Lebah madu biasanya menempati pohon-pohon yang tinggi dan besar yang disukai oleh lebah untuk membuat sarang yang dinamakan oleh Orang Rimba pohon sialang. Pohon sialang adalah sebutan bagi pohon tinggi besar tempat hunian puluhan lebah, seperti misalnya pohon kedondong yang telah berusia puluhan tahun. Orang Rimba yang menemukan pohon sialang bisa menjadikan pohon itu sebagai miliknya, dan karena Orang Rimba yang lain tidak akan ada yang berani mengambil tanpa ijin si pemilik. Denda adat hukumannya. Pada saat panen madu, Orang Rimba akan memanjat pohon sialang dengan menggunakan pijakan kayu yang ditancapkan ke pohon sebagai tangga (dalam bahasa Karo disebut pating , red.). Sebelum melakukan panen madu, ada mantra-mantra yang harus diucapkan oleh Orang Rimba agar panen madu berjalan lancar.

Pohon-pohon ini, baik sebelum maupun setelah menghasilkan madu, selalu dijaga oleh pemilikya. Merusak atau menebang pohon sialang merupakan pelanggaran adat berat dan pelakunya akan mendapatkan denda adat. Adat ini yang menjaga kelestarian pohon-pohon sialang hingga ada yang berusia ratusan tahun. //