Kembali Ke
Oleh: Herlina Surbakti (Medan) Bangunan baru yang menggantikan bangunan rumah dinas Panglima Kodam II Bukit Barisan.[/caption] Tepatnya bulan Juni tahun 2012…
Ketika saya baru sampai di Medan pada tahun 2012, gedung itu sudah tidak ada lagi, saya sangat sedih karena untuk saya gedung itu adalah icon yang paling penting.
Saya bertanya kepada saudara dan teman yang saya jumpai mengapa rumah panglima tidak ada lagi di Jl. Sudirman. Ternyata, baik orang biasa maupun akademisi, tidak ada yang tahu kapan persisnya gedung itu lenyap. Pekan Pancurbatu yang terletak di pinggir Kota Medan. Kota ini pernah menjadi ibukota Kewedanaan Karo Jahe (Karo Hilir) (1950aa) sebelum Kewedanaan Karo Jahe dimasukken ke wilayah administrasi Kabupaten Deliserdang. Meski begitu, orang-orang Karo masih menganggap Karo Jahe sebagai tanah ulayat Suku Karo karena kampung-kampung Karo di di sini sudah ada sejak pre kolonial.[/caption] Hal ke dua yang juga tidak kalah mengejutkan bagi saya adalah perubahan Kota Medan terutama daerah Medan Baru yang dulunya menjadi route bus kota yang namanya KOBUN (Koperasi Bus Nasional). Kalau saya tidak naik beca mesin, maka ibu saya mengajak saya naik KOBUN itu. Naik di Simpang Kampus melewati simpang Peringgan belok ke Jl. Kiai Wahid Hasyim masuk Jl. Sungai Ular sampai ke Pajak Peringgan.
Pancur batu indah apalagi Bandarbaru. Saya ingat ada beberapa kolam renang yang aktif di sebelah kanan jalan kalau kita menuju medan. Biasanya kalau kami ke Doulu, PMG berhenti di Bandarbaru untuk mendinginkan mesin mobil dan kami pun makan. Menyenangkan! Lapangan Merdeka Medan dijepret pagi tadi sedang bersiap-siap menantikan 10 ribu warga Suku Karo dalam acara Karo Festival 2015. Suku Karo tidak mau lagi terus terpinggirkan. Kini, mereka mulai menunjukkan jati diri mereka lagi di kancah NKRI. Tampak bangunan berarsitektur tradisional Karo baru saja selesai dibangun. Foto: ALEXANDER FIRDAUST MELIALA.[/caption] Keadaannya sekarang mulai dari pajak Peringgan (Medan) sampai di Dataran Tinggi Karo sangat tidak terurus. Membaca surat Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden pada saat-saat perjuangan Indonesia Merdeka, pemerintah menyadari bahwa orang Karo memang sudah all out berjuang untuk Kemerdekaan RI. Mengapa pembangunan di daerah pemukiman orang Karo, baik di Dataran Rendah Karo (sekitar Medan Selatan) maupun di Dataran Tinggi Karo sangat memprihatinkan? Malah kota Medan kelihatannya sudah menjadi China town.
CATATAN: Foto head cover: Jokowi dicegat warga Karo di Pancurbatu (Karo Jahe) (15 Km dari Pusat Kota Medan) saat hendak menjenguk pengungsi Sinabung di Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung) . Seorang ibu memberinya setangkai bunga asal Berastagi. Sumber: Tribun Regional . Video: Sebuah pemandangan lalulintas dari Karo Hilir (Karo Jahe) ke Karo Gugung (Dataran Tinggi Karo) //