Kolom Alexander F. Meliala: Mengapa Gerakan Kbb Baru Ada — Sorasirulo
← Beranda

Kolom Alexander F. Meliala: Mengapa Gerakan Kbb Baru Ada

Orang Batak (W.M. Hutagalung) telah menulis buku tentang Batak (PUSTAHA BATAK: Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak) pada tahun 1926, sementara orang Kar…

Kolom Alexander F. Meliala: Mengapa Gerakan Kbb Baru Ada

Orang Batak (W.M. Hutagalung) telah menulis buku tentang Batak (PUSTAHA BATAK: Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak) pada tahun 1926, sementara orang Karo (P. Tamboen) baru menulis buku tentang Karo (Adat Istiadat Karo) pada tahun 1952. Jadi, di sana ada perbedaan 26 tahun orang Batak lebih dulu menggeluti dunia tulis menulis dalam bentuk buku dibandingkan dengan orang Karo.

Sekarang, mari kita bayangkan. Betapa dahsyatnya pada jaman dulu pengaruh informasi yang disampaikan melalui buku. Saat itu, teknologi informasi masih belum ada sama sekali sebagaimana seperti yang kita nikmati saat ini, sehingga kita tentu meyakini, bahwa orang-orang yang dapat mengakses informasi melalui tulisan (buku) pada saat itu merupakan orang-orang berpendidikan dan berasal dari kalangan kelas atas.

Ketika orang-orang berpendidikan dan kalangan kelas atas telah terpengaruh dengan tulisan yang didapatnya dari media buku pada saat itu, maka tentu informasi yang dia dapakan akan kembali diceritakan kepada masyarakat lain (anak kuta-kuta ) yang dia jumpai. Dapat pula kita bayangkan, bahwa masyarakat akan cenderung langsung percaya dengan cerita-cerita yang disampaikan oleh mereka yang dianggap lebih berkelas dan berpendidikan. Cerita-cerita yang ditulis melalui buku, seperti misalnya yang dituliskan tentang 'Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak' yang sebelumnya dibaca oleh kalangan terdidik dan kelas atas, serta kemudian diceritakan kembali kepada masyarakat (anak kuta-kuta ), maka selanjutnya dari 'anak kuta-kuta ' akan kembali tersebar dari mulut ke mulut, akhirnya diterima sebagai 'kabar kebenaran' oleh kalangan masyarakat luas. Saat sekarang, banyak pertanyaan bermunculan terkait kehadiran gerakan Karo Bukan Bukan Batak (KBB). Salah satu pertanyaan yang kerap dipertanyakan terkait gerakan ini adalah "kenapa baru sekarang ada gerakan KBB, sementara orang pada zaman dulu tidak pernah mempermasalahkannya?".