← Beranda Budaya & Adat · Kolom · Kam, 10 Sep · 2 mnt baca
Kolom Ita Apulina Tarigan: 3 tahun yang lalu, suatu Sabtu subuh-subuh, saya bermimpi tentang Rasputin. Rasputin yang membisikkan nama saya lalu menuntun ke ruang yang remang. Depresi, …
3 tahun yang lalu, suatu Sabtu subuh-subuh, saya bermimpi tentang Rasputin. Rasputin yang membisikkan nama saya lalu menuntun ke ruang yang remang. Depresi, ketakutan, kesedihan begitu berat di udara menindih sesak dada. Rasanya ingin teriak tetapi tak kuasa, teriak ingin melepaskan dari tekanan udara yang berat menggantung.
Tadi malam saya menonton film Rasputin yang diperankan Alan Rickman, Rasputin yang nyentrik digambarkan sebagai sahabat keluarga Kaisar Romanov, meski sang Kaisar sendiri tidak bisa begitu menerimanya, hanya karena menghormati istrinya yang digambarkan relijius yang selalu berdoa untuk kesembuhan anak mereka, Alexei. Rasputin jauh dari gambaran rahib atau penyihir yang penuh nafsu birahi dan licik.
Gejolak revolusi sosial cukup bagus digambarkan di film itu, hingga pembunuhan kaisar sekeluarga di tengah malam di rumah pengasingan. Sedih melihat rakyat Rusia yang kelaparan ditindas, sedih melihat akhir kaisar Romanov yang tragis.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.