← Beranda Kesehatan · Kolom · Pendidikan · Kam, 4 Jun · 2 mnt baca
Kolom Joni H. Tarigan: Dalam perjalanan berangkat kerja dan kembali ke rumah, jarang sekali saya bisa memejamkan mata supaya tertidur. Pagi ini pun tidak, walaupun saya bangun pada…
Tangkap, angkat, lempar, sundul dan kemudian tendang. Sebenarnya saya lebih menikmati melihat ia bermain berkejaran dengan bola, kadang ia berlari dan dengan perhitungan yang pas kaki kidalnya dengan mudah menyambar bola itu. Akan tetapi saat saya terdiam asik mengamati, anak saya yang bebere Ginting ini langsung protes dan menarik tangan saya. Apalagi kalau saya duduk, langsung saja celana saya diraih dan ditarik.
Saya harus bermain dengannya. Hitung-hitung olahraga dan saya memang sangat senang maka kami bermain bersama. Sesekali ibunya yang beru Ginting ikut bermain, tidak ingin ketinggalan merasakan kebahagiaan kami.
Pagi ini, saya masih terngiang permainan bola kami dan sampai lah saya pada kondisi Indonesia saat ini yang mampu saya amati dan fikirkan. Saya membayangkan bangsa dan negara ini seperti sebuah tim sepak bola yang harus menerapkan segala aspek prinsip kehidupan. Kerjasama tim, kepemimpinan, kepedulian, semangat, persaudaraan, perencanaan dan masih banyak lagi.
Goal itu adalah goal satu kelompok, bukan gol striker. Saya pun melihat ini sebagai model bagaimana rakyat menanggapi kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Jika sebuah goal adalah diumpamakan sebagai sebuah tujuan bangsa dan negara, maka siapakah yang bertanggungjawab atas gol tersebut?
Salam semangat dan perjuangan. // //
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.