Kolom M.u. Ginting:
Dengan penggantian pimpinan pencegah peredaran Narkoba di Jakarta, "Ahok berharap di bawah kepemimpinan Iwan, BNNP DKI berani menutup berbagai tempat hiburan…
Di sini, para pendatang semua bikin dan remake society menurut cocoknya bagi mereka, termasuk adat Narkoba yang sangat banyak menghasilkan duit bagi pengolahnya. Tak ada lagi dominasi kultur asli dari penduduk asli. Hampir tak ada pengaruh 'kearifan lokal penduduk asli dari segi kultur dan budaya dalam soal peredaran narkoba ini. Polisi juga punya program sendiri dan kepentingan sendiri juga. Ahok hanya bisa BERHARAP.
Ahok punya problem kultural, dia sendiri orang China dari segi kultur, dan daerah yang dipimpinnya adalah daerah yang sudah jadi daerah multikulti pecahan dari banyak kultur, dan tak ada lagi dominasi kultur lokal yang bisa dijadian sandaran kearifan lokal. Anak-anak Suku Karo mempersiapkan diri untuk pawai Hari Kemerdekaan RI di Kabanjahe. Foto: RIPKA KEMBAREN.[/caption] Ada contoh bagaimana kearifan lokal ini mengawasi peredaran Narkoba yaitu di Desa Ujung Pacu (Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseuamawe). Di desa ini, warga setempat bersepakat secara bersama-sama memberantas Narkoba. Siapapun yang mencurigakan akan diperiksa oleh warga. Desa ini jadi contoh pertama di negeri ini memberantas Narkoba bersama dalam kekuatan kearifan lokal (lihat merdeka.com 10 Agustus 2015).