Kolom M.u. Ginting: Mafia
Dalam soal mafia Petral, menteri ESDM bilang: "Begitu diinvestigasi maka semuanya jadi jelas, terang benderang, mana yang baik, buruk, salah.” Memang jelasla…
Kontradiksi pokok dunia sekarang tak diragukan lagi ialah perjuangan untuk keadilan, Karena keadilan adalah sesuatu yang konkret dapat dirasakan maka masuk akal jugalah kalau mencapainya harus dengan cara terbuka atau transparan. Sebagian masih menentang cara transparan ini, seperti Sigmund Freud bilang: “Transparency is impossible because of the occluding function of the unconscious.”
Kalau kita ikuti begitu saja kata-kata Freud, transparansi tak ada faedahnya bagi perkembangan dunia ini. Padahal sekarang adalah abad transparansi, abad keterbukaan dalam menjalankan politik sehari-hari maupun pemerintahan. //
Kalau kita lihat dari segi yang sudah biasa kita omongkan, dari segi sifat dan karakter introversi/ extroversi, dimana orang extrovert ’di bawah sadarnya menghayati kehidupan sebagai perlombaan’, dan orang introvert (Karo) menghayati kehidupan seperti ’sikuningen radu megersing, siagengen radu mbiring ’ (win win solution), dan kalau fenomena ’bawah sadar’ ini kita sebarluaskan secara transparan, pastilah tidak banyak mengganggu ’unconscious’ kita. Apalagi kalau kita bandingkan dengan perkembanan penemuan genetik dan DNA yang tak terpisahkan dengan sifat dan karakter manusia atau kelompok manusia.
Penulis dan filosof Inggris AC Grayling mempertanyakan apakah Freud scientist atau story teller. Selanjutnya dia bilang”But as to Freud's claims upon truth, the judgment of time seems to be running against him”. Ini terutama bisa terjadi karena penemuan baru genetik/DNA terkait sifat dan prilaku manusia atau grup manusia.