Kolom M.u. Ginting: Pusuh Peraten Dan
Penampilan Terater Sirulo di Kerja Tahun Tanjung Barus dalam kisah SIRULO BERTANI ORGANIK[/caption] " Pusuh ras Peraten ", adalah bahasa Karo tulen, cocok se…
Banyak kontradiksi/konflik yang bisa muncul atau dimunculkan oleh kontradiksi utama tadi. Seperti bola salju kata orang Eropah. Mulanya kecil, tetapi dalam pergulingannya mengikutkan lebih banyak salju. Dalam diskusi ini, bisa dan telah mengikutkan banyak orang, bisa jutaan pula. Akhirnya, keterlibatan orang banyak inilah yang menentukan perubahan kwantitas ke kwalitas. Banyak pendapat, banyak pikiran, berbagai tingkat dan kwalitas dan akhirnya seperti test keilmiahan/kebenaran satu penemuan baru ilmu pengetahuan. Kebenaran dipastikan kalau sudah tak ada lagi pembuktian kebalikannya.
Gejala yang mirip juga kita saksikan dalam gerakan pencerahan KBB. Paling terlihat ialah efek bola saljunya. Semakin luas dan semakin besar, semakin banyak orang yang mengikuti, pro maupun kontra, orang Karo maupun orang Batak. Diskusi atau debat semakin mendalam (tak mungkin juga semakin dangkal hahaha . . . ). KBB menyentuh 'pusuh peraten' semua orang[/one_fourth]
Orang belajar dari apa yang dikatakan atau ditemukan orang lain. Orang-orangnya semakin banyak melibatkan diri ikut ambil bagian, karena KBB menyentuh 'pusuh peraten' semua orang. Orang Karo tersentuh pusuh nya (karena introvert), orang Batak tersentuh peraten nya (karena extrovert). Bahkan di luar Karo dan Batak, dimana orang-orang luar ini biasanya 'menuntut' ketegasan dan pencerahan, 'kalian orang Karo itu sebenarnya siapa?' Ratna Sari br Tarigan dalam kisah SIRULO BERTANI ORGANIK yang ditampilkan Teater SIRULO di Kerja Tahun Tanjung Barus (Foto: Muslim Ramli)[/caption]