Kolom M.u. Ginting: Pusuh Peraten Dan — Sorasirulo
← Beranda

Kolom M.u. Ginting: Pusuh Peraten Dan

Penampilan Terater Sirulo di Kerja Tahun Tanjung Barus dalam kisah SIRULO BERTANI ORGANIK[/caption] " Pusuh ras Peraten ", adalah bahasa Karo tulen, cocok se…

Dari segi kisruh/ kontradiksi tadi, kalau mau ditambahkan lagi ialah antara rakyat dan koruptor secara umum. Akan tetapi, kontradiksi utama (di sini yang sedang sangat menonjol dan menanjak) ialah antara KPK dan Polisi. Kalau ini selesai maka yang lainya otomatis selesai dengan catatan bahwa kontradiksi selalu bisa berkembang di luar dugaan, di luar ‘pusuh peraten’ itu. Artinya konflik/kontradiksi bisa berkembang dan cepat di luar logika dan di luar suara hati. keterlibatan orang banyak inilah yang menentukan perubahan[/one_fourth]

Banyak kontradiksi/konflik yang bisa muncul atau dimunculkan oleh kontradiksi utama tadi. Seperti bola salju kata orang Eropah. Mulanya kecil, tetapi dalam pergulingannya mengikutkan lebih banyak salju. Dalam diskusi ini, bisa dan telah mengikutkan banyak orang, bisa jutaan pula. Akhirnya, keterlibatan orang banyak inilah yang menentukan perubahan kwantitas ke kwalitas. Banyak pendapat, banyak pikiran, berbagai tingkat dan kwalitas dan akhirnya seperti test keilmiahan/kebenaran satu penemuan baru ilmu pengetahuan. Kebenaran dipastikan kalau sudah tak ada lagi pembuktian kebalikannya.

Gejala yang mirip juga kita saksikan dalam gerakan pencerahan KBB. Paling terlihat ialah efek bola saljunya. Semakin luas dan semakin besar, semakin banyak orang yang mengikuti, pro maupun kontra, orang Karo maupun orang Batak. Diskusi atau debat semakin mendalam (tak mungkin juga semakin dangkal hahaha … ). KBB menyentuh ‘pusuh peraten’ semua orang[/one_fourth]

Orang belajar dari apa yang dikatakan atau ditemukan orang lain. Orang-orangnya semakin banyak melibatkan diri ikut ambil bagian, karena KBB menyentuh ‘pusuh peraten’ semua orang. Orang Karo tersentuh pusuh nya (karena introvert), orang Batak tersentuh peraten nya (karena extrovert). Bahkan di luar Karo dan Batak, dimana orang-orang luar ini biasanya ‘menuntut’ ketegasan dan pencerahan, ‘kalian orang Karo itu sebenarnya siapa?’ Ratna Sari br Tarigan dalam kisah SIRULO BERTANI ORGANIK yang ditampilkan Teater SIRULO di Kerja Tahun Tanjung Barus (Foto: Muslim Ramli)[/caption]

Banyak orang Karo mau menjelaskan asal usul pembatakan sejak kolonial karena yang memulai memang adalah penjajah sendiri. Semakin banyak juga kegairahan kasih penjelasan luas dan mendalam artinya semakin ilmiah karena dibantu juga oleh penemuan-penemuan baru akedemisi ilmu pengetahuan (sejarah dan arkeologi).

Gejala inilah sekarang sedang dalam arus menentukan karena bola salju KBB semakin digulirkan semakin besar. //