Kolom M.u. Ginting: Rentenir
Kemarin, dikabarkan Jokowi ingin tambah utang 4,2 miliar dollar. Utang ini katanya untuk menambah cadangan devisa. Dari pikiran sederhana saja, cadangan devi…
Masih banyak rakyat yang tidak mengerti kalau banyak utang tak bisa bergerak bebas. Masih banyak yang tidak mengerti kalau utang itu adalah alat penting bagi luar untuk mengendalikan Indonesia. Masih banyak rakyat yang tidak mengerti kalau di Indonesia masih banyak wakil-wakil setia rentenir internasional, atau dengan kata lain, masih banyak orang-orang gelap pengikut Orba yang ingin Indonesia berada di bawah tekanan utang internasional sehingga tak pernah bisa merdeka dari segi ekonomi.
Sekarang, sangat ada alasan bagi pengikut rentenir internasional ini, karena katanya ekonomi sedang mundur, ditandai terutama oleh naiknya dollar dibandingkan rupiah. Mengapa rupiah turun nilainya? Ilustrasi: DARUL KAMAL LINGGA GAYO[/caption] Dulu ketika krisis finans dunia akhir abad 20, bisa dipahami karena terjadi seluruh dunia, walaupun sebab utamanya ada di USA. Tetapi turunnya rupiah (juga Malaysia dan Thailand) kali ini banyak pengaruh politik perbankan terutama Bank Central USA Fed yang menaikkan rentanya, dollar mengalir ke bank USA dan di Indonesia jadi mahal. Ini sudah sering dilakukan oleh Fed (perlu diingat bahwa Fed adalah prusahaan kaum rentenir USA) bukan milik negara.