Gemuk, atau postur tubuh yang besar terkadang dianggap menjadi masalah bagi banyak orang, khususnya bagi kaum Hawa. Mulai dari alasan tidak percaya diri, kurang nyaman, susah mendapatkan pasangan atau karena ejekan orang sekitar. Sehingga, banyak perempuan gemuk yang melakukan diet ketat untuk menguruskan badan, bahkan hingga cara-cara ekstrim sekalipun yang pada dasarnya membahayakan turut dilakukan dan tidak jarang pada akhirnya berakibat fatal. Kalau begini ceritanya hanya penyesalanlah hasil yang diperoleh. Perempuan cantik, langsing, dan sexy, tentunya menjadi pujaan dan idaman para lelaki untuk menjadi teman pendampingnya.
Di beberapa negara Eropa dan Amerika, kegemukan dianggap sebagai masalah yang serius, namun lain halnya seperti di Argentina yang pernah memberlakukan ukuran pinggang standart untuk celana perempuan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi efek trend diet ekstrim yang sempat ramai dilakukan perempuan di sana. menempatkan perempuan gemuk sebagai pilihan utama[/one_fourth]
Beda hal lagi di belahan dunia lainnya. Tahukah kam , di beberapa negara seperti di Mauritania, Nauru, Afrika Selatan, Afganistan, dan Kuwait, perempuan-perempuan gemuk jadi idola setiap pria? Keluarga dan kaum pria di sana menempatkan perempuan gemuk sebagai pilihan utama dalam mencari pasangan. Tentunya dengan alasan yang beragam. Diantaranya: perempuan gemuk dianggap lebih menarik, cantik, sebagai simbol kesuburan, kesehatan, kenyamanan, dan kesuksesan, sehingga banyak keluarga yang melakukan program menggemukkan anak gadisnya.