Pendakian Gunung Penanggungan Dari Tamiajeng — Sorasirulo
← Beranda

Pendakian Gunung Penanggungan Dari Tamiajeng

Laporan: Ita Apulina Tarigan (Surabaya) Tenda serasa dikocok dan digaruk-garuk angin yang mempunyai cakar. Lalu saya bergurau, jangan-jangan besok pagi ketik…

Pendakian Gunung Penanggungan Dari Tamiajeng

Pukul 00.06 pagi, kami dibangunkan teriakan teman-teman yang ternyata kembali membawa rombongan baru. Oh, ternyata komunitas pendaki juga sekelompok dengan Ulum. Ulumpun beraksi lagi sebagai chef alam bebas. Sekali ini dia harus member makan 12 orang.

Dengan santai dia memasak nasi dan indomie, membuat kopi dan teh. Tidak punya piring dan sendok bukan hambatan untuk sarapan. Ulum membelah plastik dan menggelarnya di dalam tenda. Nasi dan indomie dituang memanjang dan 10 orang duduk mengelilingi sarapan ala chef Ulum. Indah dan akrab.

Setelah makan, kami beres-beres. Mengumpulkan sampah kami, botol-botol plastik dan juga mencek lokasi sekitar tenda. Kemudian sesi berfoto bersama sebelum menikmati penderitaan menuruni Penanggungan. Kami sudah memperkirakan, turunnya akan lebih menyakitkan daripada saat mendaki.

Benar saja. Tebing yang curam dan berbatu membutuhkan nyali dan kewaspadaan. Egia dan Lutfi memilih jalur berpasir yang menenggelamkan kaki sebatas betis. Kami memilih jalur aliran hutan yang sempit dan berdebu. //

Berkali-kali jatuh dan diteriaki adanya longsoran batu. Kami semakin berhati-hati, setelah melihat ada dua pendaki terluka saat menuruni lereng berbatu nan terjal. Jiwa muda barangkali membuat mereka kurang sabar dan hati-hati. Lukanya cukup parah sehingga harus dituntun. Kembali saya dan Deni tertinggal di belakang. Di belakang Deni juga terjatuh berkali-kali seperti saya.

Syukur, kami tiba kembali di Posko Utama dengan selamat. Wajah kami kusam dan legam seperti pendaki yang kami temui kemarin. Benar-benar lusuh dan berdebu. Di perjalanan pulang juga kami saksikan hutan di lereng Penanggungan kawasan hutan Kaliandra terbakar. Pantaslah tadi di Posko 2, banyak mantri kehutanan bergegas ke atas mengarahkan para pendaki agar turun. Esoknya kami ketahui kebakaran hutan lebih 60 ha dan Penanggungan ditutup (SELESAI). //