Sirulo Tv: Simalingkar B Di Tepi Sejarah
ROSELINDA PURBA. MEDAN. Di ujung Flyover Jamin Ginting (Padangbulan, Medan). Kalau kita menoleh dan berbelok ke kanan, itu menuju ke lokasi yang disebut Sima…
ROSELINDA PURBA. MEDAN. Di ujung Flyover Jamin Ginting (Padangbulan, Medan). Kalau kita menoleh dan berbelok ke kanan, itu menuju ke lokasi yang disebut Simalingkar B. Sekitar 15 tahun lalu, tempat ini masih kategori perkampungan yang masih sunyi. Tapi, akhir akhir ini, lokasi ini begitu pesat pekembangannya. Tidak jauh dari Flyover Jamin Ginting, kita bisa langsung berada di lokasi sekolah Al-Azar yang termasuk kategori sekolah bagus. Sekolah ini juga merupakan faktor yang mendukung sehingga lokasi ini kelihatan begitu ramai.
Namun sekarang suasananya sudah berbeda. Perasaan sudah lebih nyaman karena terbiasa dengan itu.
Adapun Simalingkar B dulunya adalah perkampungan orang-orang Karo merga Gurusinga yang kebanyakan berasal dari Desa Durin Sirugun, dekat Sembahe (Deliserdang). Di masa pre kolonial, wilayah ini adalah bagian dari Urung Sepuludua Kuta Laucih yang wilayahnya meliputi dari sekitar pusat Kota Medan sekarang hingga Penatapen Daulu yang menjadi perbatasan Kabupaten Deliserdang dengan Kabupaten Karo. Urung ini memang rajanya dari merga Karo-karo Purba, tapi kebanyakan kampung (kuta ) di wilayah ini didirikan oleh merga Karo-karo Gurusinga. Ada beberapa yang didirikan oleh Karo-karo Ketaren, Karo-karo Bukit, dan Sembiring Kembaren. Urung Sepuludua Kuta Laucih yang didirikan oleh merga Karo-karo Purba adalah kalimbubu dari Kejurun Sepuludua Kuta Hamparan Perak yang didirikan oleh Sembiring Pelawi, asalnya pendiri Kota Medan yang bernama Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi. Nama wilayah Sepuludua Kuta (harafiah, 12 kampung) memanjang dari pesisir Timur Sumatra hingga ke Dataran Tinggi Karo. Dari laut kita temukan Sepuludua Kuta Hamparan Perak (menganut identitas ganda: Melayu-Karo), Sepuludua Kuta Laucih (Karo), Sepuludua Kuta Berastagi (Karo), dan Sepuludua Kuta Kabanjahe (Karo).