Suami Mabuk Pukuli — Sorasirulo
← Beranda

Suami Mabuk Pukuli

IMANUEL SITEPU. DELITUA. Ditengarai kesal dipanggil oleh sang istri saat berkumpul dengan temannya di kedai tuak, Heri Sembiring (40) tega memukul istrinya M…

"Orang bilang kalo kita berumahtangga, kehidupan kita akan berubah. Namun bukan berubah yang ada, melainkan siksaan yang aku dapat dapat," kata ibu anak dua ini di Mapolsek Delitua.

Meski kerap menerima siksaan demi siksaan, Megawati tetap bertahan berdampingan dengan suami pemabuk. Hal itu dilakukan demi tetap awetnya bahtera rumah tangga. Apa lagi, Megawati harus memikirkan kelanjutan kedua buah hatinya. Tak ada pilihan lain, kecuala berusaha tetap setia. Tapi apa daya, setiap hari yang dideritanya membuat Megawati dalam sekejab mengubah pendiriannya. Ia mengaku sudah tidak tahan dengan apa yang telah terjadi dan tidak mau lagi hal ini berulang terus-menerus di kemudian hari.

"Gak tahan aku, dari kami kawin sampai sekarang ini dia siksa aku terus. Setiap dia pulang dari kede tuak dalam keadaan mabuk, aku pasti disiksanya tak tau apa salahku," kesalnya.

Kini harapan tinggal harapan, dengan wajah memar, bibir pecah dan lebam di sekujur tubuh menguatkan prilaku suaminya di depan petugas kepolisian. Di sini puncak kesabaran Megawati pun habis. Luka itu didapatnya dari ayah kedua anaknya.

Menurut Megawati, awalnya Heri yang ingin bertemu teman dan menenggak tuak, bergegas dari rumahnya . Karena tak ingin dijemput dari kedai tuak, ia mengunci istri dan kedua anaknya dalam rumah. 4 jam berlalu, haripun berganti menjadi Sabtu, sang suami tak kunjung pulang. Megawati pun menelpon sang suami agar pulang. Tak senang kegemarannya diusik, ia memilih pulang untuk memberi pelajaran kepada penelpon itu, yang tak lain adalah istrinya.

//

Tak lama berselang Heri pun pulang dan membuka pintu, tanpa basa-basi langsung marah, sesaat kemudian perangai kasarnya terlihat dengan menjambak rambut Megawati dan menghantukkannya ke lantai. Sakit yang ia rasakan lebih menusuk ke hati, karena yang menganiayanya adalah orang yang seharusnya menjadi pelindungnya. Tak berhenti di situ, perlakuan Heri kepada Megawati, ia meninju mulut istrinya sekuat tenaga sehingga bibirnya pecah dengan darah mengaliri.

Air mata Megawati tidak berarti untuk memelas agar penyiksaan dihentikan bahkan ia sempat meminta ampun atas penganiayaan yang dilakukan suaminya. Namun sang suami terus menghajar korban. Aksi ini disaksikan kedua anaknya. Setelah puas dengan pelampiasan emosinya Heri pun memilih untuk bergabung lagi dengan temannya di kedai tuak.

Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan SH ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban dan segera menindaklanjutinya. // //