Terbentuk Satgas Anti Narkoba Smp — Sorasirulo
← Beranda

Terbentuk Satgas Anti Narkoba Smp

B. KURNIA PARGAULAN P. KABANJAHE. FGD (Focus Group Discussion) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karo yang berlangsung di SMP Swasta GBKP Kabanjahe be…

Lanjut dokter muda penggiat anti Narkoba ini, pihaknya dari BNNK Karo terus menerus mengadakan penyuluhan dan sosialisasi serta dipadukan dengan diskusi maupun workshop kepada para peserta FGD ataupun P4GN. Ini dilakukan baik diminta secara resmi melalui isntitusi elemen masyarakat Karo maupun sesuai dengan program kerja yang telah digariskan dalam Tupoksi BNNK Karo Tahun 2015.

“Tujuan utama adalah mewujudkan Taneh Karo bebas Narkoba demi masa depan Bangsa Indonesia bebas pemakaian Narkoba secara illegal,” kata Tambunan.

SMP swasta GBKP Kabanjahe merupakan salah satu sasaran pelaksanaan diskusi FGD atas penerapan dampak bahaya Narkoba bagi kesehatan tubuh manusia yang normal. Ini telah dilaksanakan lalu dengan tim penyuluh Maria Mesranti Sitohang SKM dan Nurita Verawati Hutapea AMd serta mewujudkan kesehatan rohani diawali dari kesehatan jasmani yang prima. //

“Dari beberapa elemen masyarakat ini dapat berkembang menjadi sebuah lingkaran besar memberangus peredaran narkoba secara ilegal,” ujar Rosie dengan semangat.

Pihaknya mengaku sangat gembira atas acara yang dihadiri oleh siswa SMP Swasta GBKP Kabanjahe.

“Mereka sangat antusias untuk membentuk komunitas anti narkoba di lingkungan sekolah, sebagai langkah awal proteksi dini bagi masyarakat khususnya di kalangan pelajar,” tambahnya.

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) mengambil pokok masalah cara bagaimana mengambil langkah bila ada teman atau kerabat yang menyalahgunakan Narkoba. FGD bertujuan untuk membentuk Satgas (Satuan Tugas) di sekolah yang akan menjadi perpanjangan tangan BNN dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Langkah-langkah Pelaksanaan FGD

Peserta dibagi menjadi 2 kelompok kemudian diberi contoh kasus penyalahgunaan Narkoba di suatu sekolah. Kemudian, masing-masing kelompok mendiskusikan contoh kasus tersebut dan mencari jalan keluar untuk permasalahannya.

Hasil dari diskusi ini dituliskan di kertas Flift Chart dan dipresentasikan oleh ketua kelompok. Setelah selesai presentasi dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Masing-masing anggota group bisa menyampaikan pendapat dan menyanggah pendapat group lain pada fase interaktif. //