Cerita Rakyat: Batu Lengka Di Kuta Batu (karo — Sorasirulo
← Beranda

Cerita Rakyat: Batu Lengka Di Kuta Batu (karo

SADA ARIH SINULINGGA. KUTALIMBARU. Di sebuah kampung, terdapat sebongkah batu yang dikeramatkan penduduk sejak dahulu, namanya Batu Lengka. Menurut cerita da…

Mungkin karena batu ini terbesar dan bisa berjalan sendiri sehingga disebut namanya Batu Lengka. Menurut Bp. Njoto Ginting Munte selaku anak beru Kuta Batu yang cikal bakalnya adalah merga Sinulingga ini, sampai sekarang masih ada tanah seperti bekas Batu Lengka ini bergulir dari atas bukit.

Batu Lengka ini sejak dahulu dikeramatkan oleh penduduk sekitarnya. Sering dilakukan ritual tradisional Suku Karo sebelum masuknya agama seperti sekarang ini.

"Ada yang menjadikannya jinujung oleh kami merga Ginting Munte selaku anak beru kampung ini," kata Bapa Njoto. Bapa Njoto Ginting Munte (depan) dan istrinya (belakang)[/caption]

"Kalau ada di sekitar kmpung penyakit aneh atau sesuatu kejadian aneh yang berbau gaib, biasanya dilakukan ritual sesajen di atas Batu Lengka ini," kata Buncar Surbakti yang secara khusus menemani Sora Sirulo ke lokasi ini yang kebetulan ada juga ladangnya di sekitar kampung ini.

Batu Lengka adalah pajuh-pajuhen penduduk kampung setempat. Di sini tidak boleh berprilaku sembarangan. Menggunakan bahasa jorok saja bisa berakibat sakit.

"Kalau gak ketemu cara mengobatinya bisa meninggal. Makanya tempat ini masih banyak ikannya. Kalau kita punya banyak waktu lain kali kita bisa mengambil ikan-ikan ini," kata Buncar Surbakti menambahkan. Sebuah rumah di perkampungan Kuta Batu (Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaen Deliserdang) yang merupakan bagian dari Karo Hilir.[/caption] Ada cerita lain di kampung ini yang menarik. Di zaman Penjajahan Belanda, ada serdadu Belanda buang hajat dan menggunakan daun-daunan sebagai pembersihnya. Orang Belanda itu mati terbunuh karena daun-daunan itu yang telah diberi bisa (racun mematikan racikan orang Karo). Setiap serdadu Belanda yang melewati jalan ini banyak yang mati karena kena racun yang sudah dilumuri ke daun-daun yang diramalkan dipergunakan sebagai pembersih lubang dubur setelah buang hjat. // //