← Beranda Ekonomi · Rab, 13 Jan · 3 mnt baca
Ciak Kopi Di Berastagi Dari Bahasa Oleh: Sada Arih Sinulingga (Berastagi) Berastagi dahulu sangat sepi. Tanah-tanah milik merga Karo-karo Purba ini awalnya dibangun pesanggrahan tempat peristi…
Oleh: Sada Arih Sinulingga (Berastagi)
Berastagi dahulu sangat sepi. Tanah-tanah milik merga Karo-karo Purba ini awalnya dibangun pesanggrahan tempat peristirahatan bagi kolonial Belanda. Selain itu, dibangun pula jalan yang menghubungkan Medan dengan Berastagi. Jalan yang dibangun tahun 1905 ini merupakan jalan utama menuju Kotacane (Aceh Tenggara), Sidikalang (Kabupaten Dairi), dan Seribudolok (Kabupaen Simalungun).
Maka, jelaslah, Berastagi menjadi daerah penting sejak masa kolonial Belanda. Di kota ini juga Bung Karno pernah ditawan di suatu tempat persis di belakang Bukit Kubu Hotel yang terletak di Lau Gumba, Berastagi. Patung Soekarno di pasanggrahan tempat dirinya diasingkan ke Dataran Tinggi Karo (Berastagi). Patung ini diresmikan oleh Guruh Soekarno Putra.[/caption]
Setelah Indonesia Merdeka, Berastagi belumlah seramai sekarang. Saat itu, berdatangan pula orang-orang Karo dari luar Berastagi sekitarnya untuk tinggal bermukim dan berusaha di Berastagi. Selain itu, orang-orang Tionghoa juga mulai mencari tempat untuk berusaha dengan berdagang dan ada juga berkebun sayur. Memang, sebelum Merdeka, orang-orang Tionghoa ini sudah ada juga tinggal di Berastagi sebagai petani sayur yang dikenal sebagi Cina Kebun Sayur.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.