Kolom Bastanta P. Sembiring: Kita Tidak Sama Tapi Saling — Sorasirulo
← Beranda

Kolom Bastanta P. Sembiring: Kita Tidak Sama Tapi Saling

Siapa bilang kita sama? Saat kita dilahirkan ke dunia ini, kita sudah berbeda. Kelamin, kulit, rambut, mata, hidung, suara, struktur tulang, dlsb. Dalam perk…

Kolom Bastanta P. Sembiring: Kita Tidak Sama Tapi Saling

Jadi ingat "trias politica"-nya, Montesque (Perancis).

Lebih radikal lagi kam saya ajak untuk melihat perbedaan itu.

Coba kam yang Muslim, Hindu, Budha, Yahudi, penganut Saksi Jahowa ataupun Adventis, apakah kam percaya Yesus itu Tuhan? Tidak usah kam takut ada tersinggung. Bilang saja, tidak!

Atau, kam yang Nasrani/ Kristen. Apakah kam percaya Muhammad itu Rasulnya Allah dan Nabi yang terakhir? Atau yang lainnya, apakah anda percaya pada ke-Esaan Wisnu atau Sang Budha?

Bilang saja, tidak! Kalau memang tidak.

Sebab, jangan ada dusta diantara kita, tapi dipancarkanlah pesona Ilahi junjungan kita masing-masing. Atau bahasa kerennya, cinta kasih. Itu yang penting. //

Tidak usah bangga kali katakan kita sama kalau memang berbeda. Sebab, bukan sama yang disama-samakan itu yang buat indah, tetapi perbedaan yang saling melengkapi itu yang perlu dikembangkan. Jadi, jangan takut dengan perbedaan, karena seperti kata orang Karo, "je maka dat kari nanamna ".

Perpecahan, peperangan karena berbicara perbedaan itu labo kari lit e . Yang ada upaya pembodohan dengan kedok cinta kasih dan sesama. Seri kita , satu darah kita, sesama kita, dll intinya, ingetndu : kesamaan itu hanya berlaku dalam satuan kecil, teman. Adi seri kita nina bas jumpa simbelang enda, ugapa pe lit nge sura-surana .

KBB (Karo Bukan Batak) bukan berarti Karo mau perang/ musuhan dengan Batak, atau mau meruntuhkan GBKP. Itu pemikiran bodoh.

Jadi ingat lagunya "Halo-halo Bandung", yang katanya, "Halo-halo Bandung, Ibu Kota Periangan...". Mejuah-juah.

(Silahkan lanjutkan dengan cinta kasih. Salam BHINEKA TUNGGAL IKA. Mejuah-juah). //