Kolom Darwono Tuan Guru: Kasus Mirna Memasuki Babak Baru — Sorasirulo
← Beranda

Kolom Darwono Tuan Guru: Kasus Mirna Memasuki Babak Baru

Perkembangan baru nampak mewarnai perjalanan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Dengan telah diberikannya kesaksian Ahli dari Dr. Sarlito Wirawan Sarwono.…

Perkembangan baru nampak mewarnai perjalanan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Dengan telah diberikannya kesaksian Ahli dari Dr. Sarlito Wirawan Sarwono. Profesor Psikologi UI itu mengungkapkan: "Saya di sini diminta oleh Pak Reserse untuk jadi saksi ahli kasus Wayan Mirna. Jadi, saya memberikan kesaksian dan saya laporkan pada berita acara." Selanjutnya beliau menilai: "Terkait alat buktilah, dan menurut pendapat saya, sudah cukup baik dan signifikan."

Dalam pandangan Guru Besar Fakultas Psikologi UI itu menyatakan bahwa: "Keterangannya cukup baik untuk dijadikan alat bukti penetapan tersangka." Dengan kesaksian ahli ini, Polisi memiliki dasar yang kuat menetapkan siapa tersangkanya. Namun, hingga tulisan ini dinaikkan, sebenarnya Polisi belum menentukan siapa tersangkanya. Apa yang disampaikan polisi selama ini sekedar pukulan waktu atau "jab-jab" pemancing untuk menarik respon "Hidden Murder" . Kehati-hatian dan ketelitian Polisi memang sangat diperlukan, sehingga bukan target waktu yang harus dikedepankan namun target ketepatannlah yang harus ditekankan. Walau polisi belum menetapkan siapa tersangkanya hingga kini, namun sudah sejak lama Jesika dan pengacaranya yang justru memposisikan dirinya sebagai tersangka. Terkait dengan hal itu langkah Jesika yang mendatangi dan curhat kepada Komnas HAM boleh jadi merupakan bagian dari menggiring opini publik agar pertama, publik semakin beropini, memandang bahwa dirinya adalah korban, dan yang utama jelas bahwa langkah itu boleh jadi sebagai penegasan bahwa dirinya bukan pelaku.

Namun demikian, apa yang ditunjukan oleh pengacara Jesika justru dapat memancing pertanyaan publik: "Mengapa yah, pengacara Jesika belum apa-apa seakan berupaya menegaskan bahwa jesika bukan pelakunya?"