Kolom Darwono Tuan Guru: Merapat Dekat Saat Padat — Sorasirulo
← Beranda

Kolom Darwono Tuan Guru: Merapat Dekat Saat Padat

Ibarat perjumpaan, maka orang yang kita rindu sudah tersenyum dan mengulurkan tangan di hadapan kita. Ramadhan yang kita rindukan dan sudah kita sebut-sebut …

Kolom Darwono Tuan Guru: Merapat Dekat Saat Padat

Alangkah indah ibadah bulan Ramadhan, demikian ungkapan Bimbo dalam satu baris liriknya pada lagu “Setiap Habis Ramadhan” yang dirilis sekitar 30 tahun lalu dan hingga kin masih terasa syahdunya. Selain Indah, ibadah di bulan Ramadhan sungguh mahal harganya, sebagaimana Rasulullah SAW sampaikan pada bagian lain dari khutbahnya : “Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain." "Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin di dalamnya.”

Rasulullah juga menyatakan “Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.” Lantas amalan apa yang utama untuk dilakukan di bulan mulia itu? Ketika seorang sahabat bertanya: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”. Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.”

Hal inilah yang bisa kita pahami mengapa kaum muslimin berjuang untuk menutup tempat-tempat maksiat yang dapat menggelincirkan kita semua. Selain tentunya melakukan banyak kebaikan seperti memohon ampunan dan taubat, berbagai sholat sunah, tadarus, zakat, infaq dan shodaqoh dan juga menyambung silaturrahmi.

Pendek kata, Ramadhan adalah “saat-saat padat beribadat yang tak ternilai mahal harganya”. Kita memang sepantasnya bergembira, karena diungkapkan juga: “Wahai manusia! Sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

Maka sungguh benar, jika saat jumpa dengan Syahrul Mubarok, Rosul dan para sahabat berdoa: اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” //