← Beranda Kesehatan · Jum, 1 Apr · 2 mnt baca
Kolom Herli Sitepu: John C. Maxwell dan istrinya Margaret diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya duduk d…
Seluruh rungan terkejut.
“Tidak,” katanya sekali lagi, “John Maxwell tdk bisa membuat saya bahagia.
Lanjut Margaret: “John Maxwell adalah suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, atau selingkuh. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa mebuat saya bahagia.”
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri. Dengan kata lain, tidak ada orang lain yang bisa membuat kita bahagia, baik itu pasangan kita, sahabat, uang bahkan hobi kita. Yang bisa membuat kita bahagia adalah Tuhan dan pilihan kita sendiri. //
Saat kita merasa berkecukupan, tidak minder, selalu percaya diri, maka kita tidak akan merasa sedih. Jadi, pola pikir kita yang menentukan, apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor dari luar. Contoh Rasul Paulus. Ketika sedang dihimpit oleh keadaan, disiksa dan dipenjara, tapi kalau kita baca surat-suratnya tidak ada yang berisi keluh kesah, justru sebaliknya!
Sebagian besar surat-surat Paulus berisi motivasi, berita gembira dan inspirasi. Rasul Paulus bahagia, meski keadaan sekelilingnya bisa membuatnya tidak bahagia, namun ia memilih untuk berbahagia. Bahagia atau tidaknya hidup kita, tidak ditentukan oleh seberapa kaya, cantik istri kita atau sukses hidup kita. Ini hanya masalah pilihan, apakah kita memilih untuk bahagia atau tidak.
Tetap semangat GBU! //
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.