Kolom Telah Purba: Mahalnya Harga Sebuah Istilah 'aksi — Sorasirulo
← Beranda

Kolom Telah Purba: Mahalnya Harga Sebuah Istilah 'aksi

Pagi ini sekitar Pukul 06.00 kurang saya dan tim sudah bergerak meninggalkan tempat tidur. Tanpa mandi dan sarapan, langsung tancap gas, menuju sasaran yakni…

Jika dilihat dari plat nomor dan tulisan yang ada, pastilah rombongan tersebut berasal dari Lampung. Ada puluhan bus. Wilayah seberang Pasar Baru, Istiqlal, Lapangan Banteng, Kantor Pos Besar, Gambir, RS Gatot Subroto, Kramat, dan Tugu Tani. Di mana-mana penuh bus parkir bahkan ada yang berlapis 3. Hmmm .... luar biasa hebatnya. Dari soal jumlah bus ,jika ditotal semuanya bisa-bisa lebih 1000 (seribuan) bus dipakai untuk angkut rombongan itu. Di lapangan kita juga sempat melihat pembagian air mineral gratis yang sangat banyak dan berlimpah plus buah appel.

Tak berapa lama, muncul pula beberapa mobil box yang dibuka sedikit pintunya, dan terlihat jelas ribuan nasi bungkus ada di dalamnya.

Mulailah saya termenung dan berfikir bahwa peristiwa ini bukanlah AKSI DAMAI yang sebenarnya. Mengapa?

Karena banyak sekali poster dan spanduk yang bertuliskan besar-besar berjudul: "Tangkap dan Penjarakan Ahok". Ohhh .... nampaknya sponsornya malu untuk minta izin ke Polda bahwa demo ini judulnya demo agar Ahok dipenjarakan. Jadi dibuatlah lipsticknya "Aksi Damai".

Jika diurut secara logika, ada beberapa kesimpulan saya yang mungkin saja salah sbb: 1. Aksi ini sudah dikondisikan sejak lama. 2. Aksi ini didanai dengan biaya "EKSTRA BESAR"

Langsung teringat saya dengan beberapa postingan dan WA yang beredar dari seorang "tokoh" yang beberapa hari lalu diperiksa KPK. Ada ada kalimat seperti ini: "Logistik sudah tidak mungkin ditarik balik. Mereka juga sudah tau."

Ada lagi "Baru selesai briefing di CIKE, pernyataan resmi menyusul sesuai perintah babe".

3. Aksi ini bukan aksi agama, tapi tekanan politik. Entah mau menekan siapa tak jelas bagi saya yang kebetulan masih waras karena tuntutan mereka itu sejujurnya saya anggap "ngawur ". Dengan alasan simple, KASUS HUKUM AHOK sudah ON THE TRACK. Tidak boleh siapapun mengintervensi kasus hukum untuk memenjarakan seseorang karena ada ketentuan sesuai perundangan yang berlaku.

4. Aksi ini bertujuan satu saja, yakni bagaimana agar Ahok tak boleh ikut Pilkada dan gagal.

5. Jika Ahok gagal maju, siapakah Cagub yang paling beruntung?

6. Penyandang dana untuk aksi ini punya kekuatan uang melimpah ruah dan mungkin masih punya gudang khusus uang. Kesemua biaya untuk satu acara ini mungkin bisa buat bangun jembatan ribuan buah di daerah terisolasi dan terpencil. Atau bisa juga buat ratusan sekolah komplit terpadu mulai TK, SD, SMP, SMA dan Universitas.