← Beranda Berita terkini · Ekonomi · Hukum · Sel, 29 Mar · 3 mnt baca
Polisi Tangkapi 'preman' Suruhan IMANUEL SITEPU. DELITUA. Polsek Delitua terus melakukan penindakan terhadap para preman yang menyaru sebagai juru parkir di sepanjang jalan protokol Delitua.…
Padahal sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Deliserdang melalui Dinas perhubungan melalui surat edaran Nomor 974/836/PHB/2015 tertanggal 25 November 2015 dikeluarkan dan ditandatangani Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Deliserdang, M Thahir Siagian SE, berisikan tidak menerbitkan lagi ijin parkir sepanjang jalan protokol Kecamatan Delitua. Alasannya, tidak memadainya ruas jalan untuk dipergunakan sebagai ruang parkir. Ini dapat mengakibatkan jalan protokol kerab dijadikan menjadi lahan parkir, sehingga sering terjadi kemacetan dan kesembrautan arus lalu lintas.
Adanya keputusan sepihak yang dilakukan Camat Kurnia Boloni Sinaga disinyalir untuk mengambil keuntungan pribadi dan kelompoknya. Ini sangat dikecam oleh masyarakat Delitua. // "Awalnya, saya melihat kinerja camat Delitua itu bagus. Dengan berusaha menggusur para pedagang yang berjualan di sepanjang jalan. Tapi ternyata, itu hanya akal-akalan camat untuk memperoleh kekayaan. Begitu para pedagang tergusur, Camat malah melegalkan parkir di sepanjang jalan. Sehingga menjadi polemik baru sebagai pemicu biang kemacetan. Berati selama ini, camat hanya menggunakan topeng untuk mengusir pedagang. Kasian sekarang nasib pedagang," kata M Azwar (56) salah seorang warga yang berdomisili di Kecamatan Delitua.
Lain halnya dikatakan Jupry (34) salah satu pengemudi mobil yang mengaku belum lama ini berbelanja di salah satu toko di kawasan Jalan Protokol Delitua. Begitu hendak pulang, salah satu petugas parkir yang mengenakan rompi warna oranye meminta kepadanya agar memberi uang parkir sebesar Rp 5.000.
"Karena terlalu mahal, permintaan petugas parkir itu sempat saya tolak. Soalnya saya hanya parkir sebentar untuk membeli sesuatu. Saya hanya memberi uang pecahan 2 ribu. Tapi petugas parkir itu malah memaki saya dan mengancam akan menggembosi ban mobil saya. Lantaran gak mau ribut, saya akhirnya menuruti. Apa yang dilakukan petugas parkir itu, cukup meresahkan bagi saya selaku masyarakat. Yang pasti, korbannya bukan saya saja," kata Jupry seraya berharap agar pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan secepatnya menindak para pengutip parkir diduga liar tersebut. //
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.