← Beranda Nasional · Rab, 6 Sep · 2 mnt baca
Karo Dan Batak Adalah Dua Suku Oleh: Ririen Petricia Ginting (Medan) Saya Karo Bukan Batak dan saya bergereja di GBKP (Gereja Batak Karo Protestan). Mengapa anda keberatan? Adik saya kawin…
Kalo memang Karo adalah bagian Batak, mengapa harus melaksanakan dua peradatan?
Sedikit catatan, banyak orang Karo tidak suka anaknya kawin dengan orang Batak dan, sebaliknya, banyak orang Batak tidak suka anak mereka kawin dengan orang Karo. Kalau pun jadi kawin, pasti ribet urusannya.
Dari adat saja beda, bagaimana bisa mengatakan karo adalah Batak?
Dari mas kawin sudah beda. Orang Batak mas kawinnya bisa mahal sekali dan putrinya sudah jadi milik pihak laki-laki. Sedangkan orang Karo mas kawinnya ada aturan untuk setiap merga dan tidak boleh dibayar lunas karena, menurut nenek saya, itu tanda bahwa anak perempuan itu masih punya ikatan dengan keluarganya.
Mas kawin di Karo akan dibagi-bagi ke ibu pengantin perempuan dan para istri saudara-saudara suaminya (bride's Mothers/ M), para saudari ibu pengantin perempuan (perbibin ) (bride's Mother's Sisters/ MZ), para saudari ayah pengantin perempuan (sirembah ku lau ) (bride's Father's Sisters), istri-istri dari para saudara ibu pengantin perempuan (bebere ) (bride's Mother's Brother's Wive), dan ibu dari ibunya pengantin perempuan (perkempun ) (bride's Mother's Mother/ MM).
Satu lagi, di Suku Karo, mertua laki-laki tidak boleh ngomong langsung dengan menantu perempuannya dan yang laki-laki tidak boleh ngomong langsung dengan mertua perempuan. Pantngan seperti ini (rebu dalam Bahasa Karo) tidak didapati di Suku Batak.
Itulah perbedaan-perbedaan sangat mendasar yang saya lihat antara Suku Karo dengan Suku Batak. Foto-foto: Karo_Mejile . (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.