← Beranda Budaya & Adat · Sab, 11 Feb · 2 mnt baca
Kok Pembatakan Kelompok Musik Tradisional Karo di Belanda sedang mempersiapkan pertunjukannya untuk pembukaan Pameran Sumatra di Museum Etnologi Leiden (Nederland). Dari ki…
Kelompok Musik Tradisional Karo di Belanda sedang mempersiapkan pertunjukannya untuk pembukaan Pameran Sumatra di Museum Etnologi Leiden (Nederland). Dari kiri ke kanan Rosbina Tarigan (pengusaha toko makanan Indonesia di Groningen), Roga Tarigan (Univeristas Groningen), Mangara Silalahi (WWF), Longgena Ginting (Kepala Greenpeace Indonesia), Juara R. Ginting (Universitas Leiden). Sendiri di depan, Nelly br Sembiring (pengusaha restauran Indonesia di Leiden)[/caption] Oleh: Iwa Brahmana (Medan)
Saya seorang perantau, sekarang sudah kembali ke Medan. Sejak awal saya merantau, saya selalu ucap KBB (Karo Bukan Batak) kepada siapapun teman saya. Tentunya dengan penjelasan yang santun, sistematis, jelas memahami serta bergaya seperti memperkenalkan diri sendiri. Ketika mereka bertanya mengapa KBB, saya jawab.
Tidak ada masalah dengan suku-suku lain kecuali Suku Batak. Ya, intinya mereka keberatan dan menganggap ini adalah pemecah belah. Wat de pak ! Itu-itu saja alasannya. Tapi, ya sudah, saya jelaskan dengan mengutip beberapa bukti dan, ya, tetap saja ngeyel.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.