← Beranda Aletheia veritas · Berita terkini · Kolom · Sel, 11 Jul · 2 mnt baca
Kolom Aletheia Veritas: Antara Uganda Dan Ia seorang mahasiswi dan perempuan cerdas dari Uganda. Berwawasan luas. Kenal Bali dan harimau Sumatera. Sangat religius (tipikal kebanyakan orang dari neger…
“Mengapa harus begitu? Tidakkah kalian menginginkan dan merindukan otonomi penuh, otoritas superior atas nasib dan jalan bangsa sendiri?” tanya saya suatu siang di kampus.
“Apakah kami bisa makan kenyang dari otonomi? Apakah kami mampu tidur lelap dengan otoritas? Tidak! Ketika Uganda beralih kepada pemerintahan orang-orang lokal, yang ada hanyalah penderitaan, korupsi, sering juga perselisihan. Tak ada kemajuan! Peninggalan British yang begitu bagus mereka hancurkan. Tidakkah kamu juga menginginkan negerimu seperti itu?”
“Kami punya pendiri bangsa Hatta ‘si kutu buku’ yang hebat, Soekarno ‘sang orator mumpuni’ yang dicintai sampai sekarang, Sjahrir ‘politisi sejati’ yang berpihak pada rakyat, dan seterusnya. Otonomi dan otoritas kami bukan diberi tapi direbut dan diperjuangkan. Persoalan kami sekarang, barangkali salah satunya meneguhkan kembali ‘imajinasi positif’ akan arti sebuah bangsa.”
“How lucky you are!” jawabnya singkat dan terdiam lama.
Ah, tidak juga! Indonesia pun masih ‘so-so’ kok hahahahahaaaaa Untungnya, kami masih bisa tenang dan sejenak ‘melupakan kenyataan hidup’ dengan makan BPK, saksang, bakso, lontong, sate kambing, gudeg, mie ayam, mie Jowo, dan lanjut…. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.