← Beranda Nasional · Sel, 22 Agu · 2 mnt baca
Kolom Andi Safiah: Kebenaran Ilmiah (perlu Saya tertarik dengan Quantum Mechanics pertama kali sejak membaca sejarah perdebatan antara Niels Bohr dan Albert Einstein, dimana pada titik krusial mereka …
Pada posisi ini jelas Einstein tidak sepaham. Tapi, manusia sekelas Albert Einstein sekalipun bisa salah dan kesalahan itu dilihat sebagai hal yang biasa saja dalam science, karena mereka memang berpijak di atas data. Bukan pada kebesaran nama seseorang.
Jika diamati, inilah yang menarik dari mental attitude para ilmuan. Mereka doyan berdebat dengan cara brutal tapi honest. Untuk sampai pada level attitude macam itu, memang tidak mudah, butuh perspektif yang maha luas dengan referensi yang juga maha luas.
Richard Feynman secara terbuka menulis bagaimana dunia quantum bekerja : I think I can safely say that nobody understand quantum mechanics... Do not keep saying to yourself, if you can possibly avoid it, 'but how can be like that?' Because you will go 'down the drain' into a blind alley from which nobody has yet escape. Nobody knows how it can be like that.
Jadi, jika anda bingung atas realitas dunia yang memang jungkir balik, ngga perlu panik. Pikniklah, agar semuanya berjalan seimbang. Dunia quantum pun demikian adanya dan perlu diingat bahwa yang sentimental dan sakit mental itu kita (manusia) bukan alam (nature ). # Itusaja ! (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.