← Beranda Berita terkini · Hukum · Kolom · Jum, 21 Jul · 1 mnt baca
Kolom Eko Kuntadhi: Dulu Ahok duduk di Komisi II DPR sebelum akhirnya menjadi Wagub mendampingi Pak Jokowi. Kini, orang-orang di Komisi II itu sebagian besar disebut-sebut sebag…
Mungkin Ahok merasa semestinya rekan-rekannya yang duduk di ruang rapat itu digaji untuk memikirkan negara. Dibayar untuk ikut memikirkan nasib rakyat. Bukan berlomba ingin menjadi copet. Tapi akhirnya proyek itu jalan terus. Ahok hanya sebuah suara sumbang yang menyentil persekongkolan para bandit anggaran.
"Mereka gak mungkin berani nawarin duit sogokan. Mereka tahu gue," ujar Ahok dalam sebuah wawancara.
Saya membayangkan, waktu itu Ahok hidup diantara para penyamun.
Kini, ketika para koruptor sedang memainkan jurus mabuk di DPR, kita mestinya bercermin ke Mako Brimob. Di sana ada seorang politisi yang tegak memegang prinsip. Hanya saja, sebagian kita telah memperlakukannya dengan bengis.
"Buburnya nambah, mas?" tanya Bambang Kusnadi kepadaku.
"Kamu ini, orang lagi serius, malah bicara soal bubur. Ya, sudah setengah lagi. Kerupuknya dipisah..." (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.