← Beranda Nasional · Rab, 22 Nov · 2 mnt baca
Kolom Ganggas Yusmoro: Kasus Sn, Pak Jokowi Mempertaruhkan Wibawa Perjalanan yang penuh hingar bingar kasus SN telah mencapai klimaks. Fore play yang begitu lama dan melelahkan membuat bangsa ini terbawa situasi dan kontra …
Apa yang dilakukan Pansus KPK? Mengunjungi penjara koruptor di Sukamiskin. Dan, hasilnya adalah beredarnya foto-foto mereka ngerumpi bersama sambil makan enak. Selanjutnya, dengan merasa ada payung hukum, Pansus KPK memperalat Komisi III DPR agar memanggil petinggi KPK supaya bisa disate dan dikuliti.
Yang lebih konyol adalah adanya anggota DPR yang mendatangi KPK sambi membawa kopor dan seperti orang kesambet teriak "tangkaplah faku... tangkaplah dakuuu ...''
Namun, sejatinya, dengan adanya pembelaan dari rekan sejawat di Gedung DPR, seperti yang pernah diteriakkan secara lantang oleh si Fachri ''Jokowi jangan pasang badan untuk KPK" maka wibawa serta reputasi Pak Jokowi dipertaruhkan.
Namun, bukan seorang Jokowi jika tidak bisa "menjinakkan" Si Fachri yang lagi kesurupan.
Bukan seorang Jokowi jika tidak bisa "mengarungi" koruptor kakap sekelas SN. Pak Jokowi rasanya ngerti, ada lubang menganga di sana yang, jika tidak ditangani dengan baik, akan bisa terperosok.
Dengan cerdas dan bijak serta dengan gestur yang kalem, saat diwawancara dia mengatakan: "Semua ada aturan hukum."
"Kita semua musti taat pada hukum," itu intinya. pesannya.
Kira-kira kalau Almarhum Gus Dur akan ditambahi "Gitu aja kok repot".
Penak, kan? (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.