← Beranda Nasional · Sab, 6 Mei · 2 mnt baca
Kolom Ganggas Yusmoro: Kenapa Ngotot Ahok Entah berapa jilid mereka demo. Entah berapa energi dari bangsa ini terkuras hanya untuk memperhatikan mereka yang jelas-jelas mengangkangi dan tidak tunduk …
Secara Kasat mata, jelas dalam setiap demo akan selalu ada agenda. Itu terbukti pada demo 212 demi sang pangeran dari Cikeas. Lalu ujug-ujug ada foto mesra mereka ngerumpi bersama di meja makan dengan Pangeran Cendana. Yang berujung ketika demo 414 pentholan FUI ditangkap karena memang terbukti makar.
Rasanya, di balik demo yang berjilid-jilid ada Grand Design dari mereka-mereka yang sudah kebelet ingin berkuasa. Ingin mengembalikan negeri ini dengan SDA yang melimpah agar bisa menjadi bancakan sebelum Era Jokowi yang berprestasi.
Mereka rasanya juga menyadari, bahwa nanti di Pilpres 2019 tentu tidak akan bisa menandingi jika berbicara Visi dan Misi. Maka dengan bercermin pada Pilkada DKI, jika pemerintah ketakutan dan menyerah kalah dengan tekanan demo, hal ini bisa dijadikan senjata pamungkas untuk semakin menekan dan menakuti siapa saja yang akan memilih Jokowi.
Demo akan selalu mereka lakukan. Dalam hal apapun juga. Dalam setiap momen apapun juga termasuk May Day kemarin. Mereka akan mengkalkulasi respon masyarakat, jika respon masyarakat semakin beranimo terhadap "perjuangan" mereka, tentu simpatik itu akan dimanfaatkan di 2019.
Untuk menaklukkan yang namanya Bpk Jokowidodo.
Sekali lagi, rasanya kaum yang suka demo hanya sekedar menerima pesanan. FPI, FUI atau GNPF MUI hanyalah perkara mudah untuk membuat Ormas yang berbaju agama.
Demo soal Ahok adalah termasuk strategi. Meski Ahok dipenjara sekalipun, bisa dipastikan mereka akan mencari cara untuk demo dalam setiap kesempatan dengan bungkus yang berbeda.
Siapakah yang kebelet untuk RI 1? Tunggu beberapa bulan lagi .....
Foto header: jelajahsukabumi
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.