← Beranda Nasional · Rab, 6 Des · 2 mnt baca
Kolom Ganggas Yusmoro: Selama Nu Berdiri Kokoh, Khilafah Itu Khilafah, yang di negeri asalnya di Jazirah Arab saja ora payu alias gak laku dan dibuang ke tong sampah, lho.. malah dipungut dan dipakai di Indonesia yang …
Apalagi bangsa ini masih begitu menghormati serta menjaga kelestarian budaya dan tradisi leluhur. Meski Indonesia ini mayoritas muslim, faktanya nilai-nilai budaya serta tradisi leluhur sudah "mbalung sumsum". Sudah menyatu dalam darah dan daging. Tentu saja, ketika disodori yang namanya khilafah, akan bilang "mooohh".
Bayangkan, jika tiba-tiba Tari Saman, Tari Ndikkar, Tari Tor-tor, Tari Piring, wayang golek, debus, jaranan, wayang kulit, Reog Ponorogo, kuda lumping dan lain-lain dikatakan bid'ah, dikatakan dosa, ya tentu akan dimaki-maki.
Bayangkan, jika tiba-tiba yasinan, berkunjung ke Pesareyan atau Makam para leluhur, Para Wali atau sunan lalu juga dikatakan Bid'ah. Tentu akan dijawab: "Ndasmu kuwi."
Para Wali dan Sunan telah meletakkan Islam di Nusantara ini tetap menghormati budaya lokal. Dan oleh ulama-ulama NU diteruskan dengan sangat bijak, santun dan moderat.
NU yang selalu mengumandangkan HUBBUL WATTAN MINAL IMAN, yang orientasinya negara supaya aman dan damai, "negoro kang toto tenterem karto raharjo", menjadikan ulama-ulama NU lebih arif dan sangat bijaksana menyikapi perbedaan.
Jadi, selama NU masih kokoh berdiri, khilafah itu hanya omong kosong!
Tiba-tiba saya kok jadi Ingat Gus Dur, ya?
FOTO-FOTO: Para penari Sanggar Sirulo saat pembuatan film promosi wisata Kabupaen Deliserdang dengan menampilkan tari dan busana Suku Karo. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.