Kolom Ita Apulina Tarigan: Numpang
Penulis di sebuah danau dekat Kantor SORA SIRULO Nederland.[/caption] Di kampung kami (Taneh Karo, red.), kedai kopi bertebaran di mana-mana. Kedai kopi jadi…
Si pelaku numpang celup berbekal roti manis atau roti kosong, tanpa minuman. Lalu, karena penghuni kedai kopi umumnya saling kenal, mereka tanpa basa basi dan tanpa beban akan minta ijin membasahi rotinya dengan cara mencelupkan ke gelas minuman temannya.
"Apa sih masalahnya sekedar celup?" barangkali begitu pikir kalian.
Gak jadi masalah sih... Yang jadi masalah apabila roti dicelup sampai menyentuh dasar gelas dan celupan dalam waktu yang agak lama. Bisakah kalian bayangkan seberapa banyak teh susu yang terserap ke roti ketika diangkat dari gelas?
Kadang sampai 3/4 isi gelas hilang. Wajar kan, ya, si empunya minuman mangkel atau bahkan memaki?
Tapi, walau begitu, para pelaku numpang celup ini masih saja ada di tiap kedai kopi dan lucunya mereka juga marah ketika gantian orang lain mencelupkan rotinya ke dalam gelasnya. Foto Header: Bayak Pa Mangkok (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });