← Beranda Berita terkini · Hukum · Kolom · Sen, 21 Agu · 2 mnt baca
Kolom M.u. Ginting: Habisi Saja Pengedar Ketegasan Filipina (Duterte) dalam menghapuskan pengaruh narkoba di negerinya memang tak ada bandingannya di seluruh dunia. Pendeknya, yang ada kaitannya den…
Belakangan ada MoU antara Filipina dan Indonesia soal pembasmian terrorism. Bagus juga kalau diteruskan juga dalam pembasmian narkoba, karena narkoba dan terorisme adalah bagian penting dari usaha neolib deep state menghancurkan dan menguasai negeri lain, terutama yang kaya SDAnya.
Di mana ada teroris di situ ada narkoba, karena biaya terorisme sering dari duit narkoba. Karena itu, kerjasama membasmi terorisme sebenarnya tidak bisa dipisahkan dari membasmi bisnis narkoba. Neolib deep state selain pakai terorisme dan narkoba juga pakai korupsi di hierarki suatu pemerintahan untuk melumpuhkan suatu negara dan memiskinkan rakyatnya dari segi ekonomi.
Indonesia sangat jelas jadi sasaran ini. Bagusnya pemerintahan Jokowi ialah bisa melihat dan sekuat tenaga menghancurkan pengaruh tiga senjata deep state ini (terorisme, narkoba dan korupsi). Senjata-senjata lainnya sperti human (child sex trafficking) sangat keras pemakainnya, walaupun di Indonesia lebih sedikit.
Agama juga dipakai, seperti dikatakan Dalai Lama, 'religion has become an instrument to cheat people' katanya 2014. Itulah yang digunakan oleh deep state ini di Indonesia dalam gerakan 411 dan 212 tahun lalu. Tetapi usaha pecah belah ini digagalkan oleh aparat keamanan RI terutama Polri. Para begundal gerakan ini semua ditangkap, diadili atau ada yang buron lari keluar negeri. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.