← Beranda Kolom · Jum, 3 Nov · 3 mnt baca
Kolom M.u. Ginting: Indoktrinasi Tingkat "Gejolak di Papua karena ada permainan politik," kata Stafsus Jokowi di Papua. Tidaklah diragukan kalau usaha pecah belah di mana saja terutama di daerah yan…
"Sebetulnya gejolak yang terus berlanjut di Papua tidak lepas dari PT Freeport Indonesia. Ada hak-hak masyarakat adat yang tidak terlindungi karena adanya PT Freeport Indonesia, " kata Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua, Lennis Kogoya (merdeka com 31/10).
"Hak-hak masyarakat adat yang tidak terlindungi" karena PT Freeport. Lennis Kogoya sudah berikan kunci persoalannya, itulah yang dipakai oleh pihak 'divide and conquer' untuk mengacaukan situasi. Sudah jelas dan masuk akal bahwa persolan itu jugalah yang harus dibikin sandaran untuk memulihkan dan mengamankan situasi. Artinya 'hak-hak masyarakat adat' itu.
Masyarakat adat ini tidaklah menginginkan kekerasan atau kekacauan, hanya hak mereka. Semua masyarakat adat sekitar Freeport yang selama ini tidak digubris hak adatnya, sekarang harus digubris dan patutnya diutamakan. Mulailah sekarang melirik dan mengutamakan kebahagiaan atau penderitaan rakyat Papua daripada melirik kelimpahan duit yang dihasilkan Freeport.
Freeport sudah melirik dan mengutamakan duit selama setengah abad lebih dan mereka akan meneruskan cara pikir ini, Greed and Power, tidak urusan akan kebahagiaan atau kesejahteraan bangsa ini, terutama rakyat Papua sekitar pertambangan Freeeport. Pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan yang tepat dalam penyelesaian soal ini, karena pemerintahan Jokowi bersama semua kementeriannya sudah jelas berusaha keras meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat negeri ini. Kerusakan dan penderitaan penduduk lokal sudah lebih dari setengah abad, dan sekarang mereka mengharapkan kepada pemerintahan Jokowi untuk pertama kali memperhatikan nasib mereka, mengharapkan 'keadilan kecil' dari pemerintahan yang besar, negara besar NKRI. 'Keadilan kecil' dibandingkan dengan perusakan besar-besaran lingkungan tempat hidup mereka dan perusakan kesehatan mereka selama setengah abad. Ayo mulailah, Pak Jokowi, melirik nasib orang-orang kecil ini. Jangan sampai mereka nanti dipakai atau dimanfaatkan pula oleh pemerakarsa Saracen atau 212, atau bikin indoktrinasi tingkat tinggi itu pula di kalangan rakyat Papua. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-2770968303719106", enable_page_level_ads: true });
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.