Kolom M.u. Ginting: Membatakkan Suku Lain Adalah
“ Orang Karo disebut-sebut sebagai Orang Batak tapi padahal bagi orang-orang Batak sendiri Karo jelas Bukan Batak,” tulis Natalie Sembiring kemarin (lengkapn…
“ Orang Karo disebut-sebut sebagai Orang Batak tapi padahal bagi orang-orang Batak sendiri Karo jelas Bukan Batak,” tulis Natalie Sembiring kemarin (lengkapnya lihat di SINI ). Dua pikiran (way of thinking ) mencerminkan dua sikap juga dalam seni tari, sangat bagus dan jelas terlihat dalam uraian di atas. Kalau ditinjau lebih jauh ke belakang, pembatakan atau membatakkan suku lain adalah politis. Sama halnya ketika kolonial memakai istilah ‘Batak’ untuk bikin penggrupan berbagai suku dalam rangka pecah belah dengan penduduk pesisir muslim, jelas adalah juga politis. Sekarang tentu tidak perlu lagi kembali ke era kolonial, tetapi pakai logika era sekarang saja, yaitu mengakui dan menghargai way of thinking dan way of life tiap suku.
Saya sangat bangga dan menghargai bagaimana Alm. Charles Simbolon (Batak) menyanyikan lagu-lagu Karo. Terlihat dan terasa jelas kalau Charles bukan Orang Karo dalam menyanyikan lagu Karo itu, tetapi kemauannya dan usahanya yang begitu keras ‘mengkarokan’ lagu dan suaranya yang sangat bagus itu, membikin keindahan tersendiri dan sangat spesifik. Bagi saya sendiri sebagai orang Karo sangat indah dan sngat menggugah hati. Artinya, perasaan Karonya ada di situ. 2 putri Karo mengenakan pakaian adat Suku Karo[/caption]